oleh

Rumah Kos Mewah di Bintaro Terbakar Akibat “Nyolong” Listrik

Kabar6-Hasil pemeriksaan petugas terhadap satu unit rumah yang mengalami kebakaran terindikasi kuat akibat mencuri aliran listrik. Sehingga hubungan arus pendek atau korsleting tak dapat dihindari dan menjadi penyebab kebakaran.

Sehari-harinya rumah milik kontraktor di Bintaro, Jalan Keramik, D3 Nomor 14, RT 03/06, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) ini, menjadi bisnis sewa kos-kosan mahasiswa STAN Bintaro. Meski setiap bulannya mendulang hasil dari sewa kamar, sang pemilik dianggap nakal.

“Rumah ini sudah tiga kali tusbung (putus-nyambung),” ungkap Yani Cahyani, teknisi PLN Area Bintaro kepada Kabar6.com disekitar lokasi perkara, Selasa (11/9/2012).

Yani menjelaskan, rumah bertegangan 220 voltage ini sudah tidak memiliki perangkat pengaman listrik berupa meteran atau sikring. Hal tersebut disebabkan karena pemilik rumah sudah sering menunggak tagihan rekening listrik dan pihak PLN mencabut alirannya.

Maka untuk tetap bisa menerangi penghuninya, kata Yani, pemilik rumah membuat aliran listrik illegal. Kondisi ini diperkuat dengan data bahwa rumah mewah dua lantai berwarna krem ini sudah tak lagi menjadi pelanggan resmi.

“Jadi rumah ini nyolong listrik. Kita sudah buatkan berita acara laporan, tindakan selanjutnya terserah kepada aparat kepolisian,” terang Yani,

Ditempat yang sama, Kepala Pospol Bintaro Polsek Metro Pondok Aren, Aiptu Ardawih, menegaskan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. Ketika disinggung pemilik rumah telah melakukan pelanggaran hukum karena mencuri aliran listrik dirinya enggan berspekulasi.

Sebab, kata Ardawih, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari dalam rumah, garis polisi (police line) langsung dipasang dipagar berwarna cokelat itu.

“Kalau memang rumah ini telah nyolong listrik kan perlu ada alat bukti yang kuat. Disini kan dekat dengan kampus (STAN Bintaro), makanya rumah ini jadi kost-kostan” tegas Ardawih.

Pada kebakaran kali ini, lumatan api baru dapat dipadamkan satu jam kemudian. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakan kobaran api.

Dua diantaranya dari DKI Jakarta yang terlebih dulu tiba dilokasi kejadian kemudian menyusul tiga unit mobil pemadam dari Kota Tangsel. Kasus ini menambah panjang serangkaian kebakaran di Kota Tangsel selama musim kemarau berkepanjangan selama tahun 2012.(yud)

Berita Terbaru