oleh

Rivalitas di Tangsel Berpotensi Langgar Netralitas ASN

Kabar6-Satu dari lima indikator  kecurangan di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) yang akan digelar 9 Desember mendatang, dianggap sebagai persoalan lawas.

Hipotesa indikator itupun kemungkinan punya kans paling besar, merujuk catatan sejarah yang saling kuat antarkandidat.

“Hasil pemetaan di TPS (Tempat Pemungutan Suara), indikator netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) paling rawan terjadi,” kata Muhamad Acep, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Panwaslu Kota Tangsel, Sabtu (21/11/2015).

Ia menyimpulkan, dari hasil analisa serta transparannya fakta-fakta terhadap variabel entitas dua politikus anyar yang jadi rival bebuyutan. Tentang mereka publik pun telah mahfum.

Acep akui, persaingan panas antarpasangan calon dimaksud adalah, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dengan Arsid-Elvier Arridiannie Soedarto Poetri.

Rivalitas keduanya pernah terjadi di putaran perdana pesta demokrasi digelar pascaotonomi daerah bergulir.

“Kita melihat ada calon petahana, dan Pak Arsid mantan birokrat kabupaten,” jelas Acep.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang menyandang predikat petahana pun sama, pernah bertugas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Disebutkan, bertambah lagi dari lekatnya variabel banyak ASN dan tenaga honorer berasal dari daerah induk. Oleh karenanya, lanjutnya, Panwaslu Kota Tangsel sejak awal telah berupaya cegah munculnya potensi pelanggaran netralitas ASN.

Seperti halnya kegiatan sosialisasi yang telah, dan akan kembali digelar mulai awal pekan besok. Sosialisasi menekani tentang pentingnya aparat negara harus netral di bursa pesta demokrasi.

“Kalau indikator money politic (politik uang) itu kita lihat dari posisi TPS. Apakah dekat dengan pendukung paslon atau apa, sekarang sedang dilakukan pemetaan,” tambah Acep. **Baca juga: Lima Indikator Kecurangan Pilkada Tangsel Dipelototi.

Catatan sekaligus pantauan kabar6.com, Acep bersama pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Tangsel Muhamad, terjun langsung mengingatkan kepada puluhan ASN. Mereka dibekali tips-tips dan penerapan sanksi atas pelanggaran pemilu.(yud)

 

Berita Terbaru