oleh

Ricuh, Unjuk Rasa Gempar & Kumala di Lebak Banten

Kabar6-Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) dan Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) di halaman gedung DPRD Lebak, Senin (18/5/2015), diwarnai kericuhan.

 

Kericuhan bermula saat puluhan mahasiswa berusaha merangsek masuk ke pintu utama kantor DPRD Lebak, namun dihalau oleh petugas Kepolisian. Kericuhan pun semakin memanas, mahasiswa bahkan terlibat baku hantam dengan petugas.

 

Akibat baku hantam itu, sejumlah mahasiswa diamankan polisi. Namun karena banyaknya rekan mahasiswa lain yang mencoba membebaskan, polisi pun kembali melepas para mahasiswa yang ditangkap. ** Baca juga: Pembongkaran Bangli di Jalan Irigasi Dinilai Tidak Berperikemanusiaan

 

Aksi ini digelar mahasiswa bertepatan dengan pihak DPRD Lebak yang tengah menggelar rapat paripurna LKPJ Bupati Lebak tahun 2014. Dalam aksinya mahasiswa mengaku kecewa terhadap kinerja Bupati Lebak, Iti Octavia Jaya Baya, yang dinilai tidak mengedepankan kepentingan rakyat.

 

“Melihat kondisi Lebak hari ini ditengah hiruk pikuk masyarakat membutuhkan fasilitas pendidikan yang layak, infrastruktur jalan rusak, jembatan gantung hampir putus dan setumpuk persoalan lainnya yang belum terselesaikan. Tapi sangat luar biasa, Pemkab Lebak malah membelanjakan uang sebesar Rp3,2 miliar hanya untuk membeli mobil-mobil dinas pejabat,” teriak Lukmanul Hakim, ketua Koordinator Kumala dalam orasinya.

 

Sebelum mendatangi gedung DPRD Lebak, para mahasisiwa menggelar orasi di pertigaan jalan Multatuli di depan alun-alun Rangkasbitung. Awalnya aksi berlangsung aman, namun kericuhann terjadi saat puluhan mahasiswa mendobrak dan merobohkan pintu gerbang timur pendopo, untuk masuk ke kantor DPRD Lebak.(bad)

Berita Terbaru