oleh

Restoran Ini Tawarkan Uang Seorang Ibu Hamil yang Makan Sup Berisi Tikus untuk Gugurkan Kandungan

Kabar6-Malang benar nasib seorang wanita bermarga Ma ini. Ma asal Tiongkok yang tengah berbadan dua ini tak sadar telah menyantap sup yang di dalamnya terdapat tikus mati.

Hingga akhirnya dalam kondisi shock, Ma pun dilarikan ke rumah sakit. Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Berawal ketika Ma, melansir SCMP, mengajak keluarganya makan di sebuah restoran bernama Xiabu Xiabu, yang terletak di Provinsi Shandong. Saat makanan disajikan di meja, sama sekali tak ditemukan hal-hal yang mencurigakan.

Sampai akhirnya, Ma menyeruput kuah sup pesanannya. Ia sudah menyendok beberapa kali, hingga pada sendokan ketiga, Ma sangat kaget karena melihat bangkai tikus yang diambil dari mangkuk supnya.

Tak pelak, Ma pun shock dan mengalami mual. Keluarga Ma langsung merekam tikus mati dalam mangkuk sup Ma, untuk dijadikan barang bukti. Sementara itu, Ma dilarikan ke rumah sakit karena khawatir akan berdampak pada janin yang dikandungnya.

Keluarga Ma yang tak terima dengan kejadian tadi lantas memprotes Restoran Xiabu Xiabu. Pihak restoran lalu memberikan kompensasi sebesar Rp10 juta. Bukan meminta maaf atas kejadian tak mengenakan itu, pihak restoran justru ingin menambahkan sejumlah uang, dan meminta Ma untuk menggugurkan kandungannya.

“Jika Anda mengkhawatirkan bayi Anda, kami menawarkan 20.000 yuan (setara Rp43 juta) untuk menggugurkannya,” kata suami Ma menirukan ucapan staf restoran. ** Baca juga: Seorang Anak di AS Dijebloskan ke Penjara Karena Tidak Selesaikan Tugas Sekolah Online

Kejadian yang dialami Ma pun sontak viral. Restoran tersebut dibanjiri hujatan masyarakat. Sementara Biro Pengawas Makanan Distrik Kuiwen langsung mengambil tindakan dengan menyidak Restoran Xiabu Xiabu. Hasil penelusuran menunjukkan, tak ditemukan adanya bangkai tikus di dapur restoran.

Namun, sejumlah bahan makanan seperti sayur yang ditemukan tak berkualitas serta air bekas di ruang pengolahan makanan. Untuk sementara waktu, restoran tersebut dilarang beroperasi dan diwajibkan meningkatkan kualitas serta kebersihan dalam pengolahan makanan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru