oleh

Ratusan Ternak di Kabupaten Tangerang Suspek dan Positif PMK

Kabar6-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menyebutkan, saat ini ada 221 ekor sapi bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Hasil ini dari pemeriksaan kesehatan hewan pada 10 wilayah kecamatan.

“Di angka 163 hewan positif,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Hustri Windayani, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, dari awal hasil positif diketahui dari laboratorium. Namun ada juga yang tidak dilaksanakan hasil laboratorium tapi gejalanya mengarah PMK.

Adapun dari ke 10 wilayah terdapat kasus tersebut diantaranya seperti kecamatan Curug dengan enam kasus, Panongan tujuh kasus, Sepatan Timur satu kasus, Pagedangan 81 kasus, Kelapa Dua 26 kasus, Solear 11 kasus, Cisoka 11 kasus, Rajeg 6 kasus, Cikupa 12 kasus, dan kecamatan Legok satu kasus.

“Rata-rata hewan yang suspek PMK ini jenis sapi, kerbau, domba dan kambing. Jadi tingkat penularannya pun memang begitu cepat sehingga bisa menular terhadap hewan yang ada di sekitarnya,” terang Hustri.

Hingga kini, lanjut Asep, upaya yang dilakukan oleh satgas pengendalian dan penanganan penyakit setempat langsung melakukan pemberian vitamin dan antibiotik terhadap hewan yang diindikasi tetpapar PMK tersebut.

“Tentunya kita hanya melakukan pencegahan dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang peternak itu, supaya PMK ini tidak menyebar lebih luas lagi,” ujarnya.

Ia berharap, kepada seluruh peternak dan pedagang ketika mendatangkan hewan ternak baru yang berasal dari luar daerah agar dipisahkan terlebih dahulu. Pastikan kondisi hewan itu dalam keadaan sehat.

“Dipastikan para peternak bisa menjaga sterilisasi kebersihan kandang hewan masing-masing. Karena dengan upaya itu bisa menghindari penularan PMK,” tuturnya.

**Baca juga: DMI Kabupaten Tangerang Gulirkan Program Sertifikasi Masjid

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat supaya tidak khawatir dan panik dengan seiringnya ditemukan kasus-kasus PMK di Kabupaten Tangerang. Penyakit mulut dan kuku pada hewan tersebut tak menular kepada manusia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat tidak khawatir ataupun panik. Karena prisnsipnya penyakit ini tidak menular ke manusia,” imbuhnya. (Rez)