oleh

Ramadhan, Sampah di Tangsel Naik 10 Persen

Kabar6-Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengaku telah mengantisipasi lonjakan debit volume sampah sepanjang bulan suci ramadhan ini. Dipastikan jumlah mengalami peningkatan ketimbang hari biasanya.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Kebersihan DKPP Kota Tangsel, Yepi Suherman melalui sambungan selularnya, Minggu (29/6/2014). “Untuk sampah perumahan tidak terjadi kenaikan. Ini berkaca dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, volume sampah selama ramadan diprediksi naik 10 persen atau 15 ton perhari. Bila hari biasa jumlah sampah mencapai 150 ton, selama Ramadan bisa mencapai 165 ton sampah perhari.

Kenaikan dipicu tingginya konsumsi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. Volume sampah meningkat di beberapa tempat, tapi paling kentara terlihat berada di pasar tradisional.

Meski terjadi peningkatan sampah, namun Yepi  mengatakan tidak akan ada penambahan pengangkutan sampah. Semua berjalan normal, dimana sampah diangkut hingga pukul 16.00 WIB. Kalaupun ada penambahan, itu hanya sampah TPSA Cipeucang tutup sampai pukul 18.00 WIB.

“Toleransi tutup TPSA Cipecuang paling ditambah dua jam saja. Ini juga adanya pergantian waktu aktivitas belanja di pasar tradisional, dimana banyak warga berbelanja menjelang buka puasa,” katanya.

Yepi juga mengatakan, untuk jumlah alat yang dimiliki DKPP tidak berubah. Pihaknya hanya mempunyai 34 ambrol, satu dump truk. Angkutan beroperasi mengangkut sampah di pasar tradisional, yakni Pasar Cimanggis, Pasar Ciputat, Pasar Jombang, Pasar Serpong. Selain itu, beberapa pasar modern, dan sejumlah perumahan.

“Ada juga pengangkutan sampah yang digarap swasta. Biasanya di pasar-pasar modern dan perumahan-perumahan elite,” ujarnya. **Baca juga: IDI Tangerang Raya Protes, Ini Kata Pemkot Tangsel.

Walaupun terjadi peningkatan volume selama Ramadan ini tidak berdampak siginifikan bagi kebersihan di Kota Tangsel. Ia yakin, volume sampah meningkat, Kota Tangsel tidak akan kotor. **Baca juga: Soal Sekolah, Pejabat Tangsel Diperiksa Polres Jaksel.

“Kita juga punya program-program kebersihan dengan melibatkan masyarakat. Program ini juga diharapkan bisa menekan volume sampah di sini,” ujarnya.(yud)