oleh

Punya Berat Sekira 2,7 Kg, Toadzilla Jadi Katak Terbesar di Hutan Australia

Kabar6-Katak terbesar yang dijuluki Toadzilla dengan berat sekira 2,7 kg, ditemukan di hutan hujan Taman Nasional Conway, negara bagian Queensland, Australia, pada 12 Januari 2023 lalu.

Toadzilla, melansir Foxweather, merupakan spesies katak tebu yang invasif dan memiliki kelenjar beracun, pertama kali diperkenalkan ke Australia pada 1935 silam, untuk mengendalikan kumbang tebu dan hama lainnya. Namun, populasi katak tebu meledak dan tak ada predator alami, sehingga mengancam ekosistem Australia. Terlebih, katak tebu memiliki ukuran tubuh yang besar dan bentuk mengerikan.

Petugas penjaga taman nasional Conway, Kylee Gray, menemukan Toadzilla ketika berpatroli. Gray saat itu menghentikan kendaraan karena ada ular melintas di jalan. Nah, ketika keluar mobil, Gray malah menemukan katak tebu berukuran besar.

Gray dan rekan-rekannya dengan cepat menangkap amfibi yang sangat besar itu untuk dikeluarkan dari alam liar. “Saya mengulurkan tangan dan meraih katak tebu dan tidak percaya betapa besar dan beratnya itu,” ungkapnya.

Gray mengatakan, itu adalah penemuan yang tak terduga, apalagi setelah ditimbang beratnya mencapai sekira 2,7 kg atau, melebihi berat katak terbesar dari Swedia yang tercatat Guinness World Records pada 1991, dengan berat 2,6 kg.

“Kami mempertimbangkan menamai Connie-nya dengan nama Taman Nasional Conway,” jelas Gray. Berdasarkan ukurannya, katak raksasa itu kemungkinan betina yang sudah tua. ** Baca juga: Lampion Kelinci Raksasa di Tiongkok Sengaja Diturunkan Karena Dianggap Terlalu Jelek

Penjaga taman senior, Barry Nolan, mengatakan bahwa Toadzilla disuntik mati karena dampak ekologisnya. Seekor katak tebu sebesar itu akan memakan apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam mulutnya, termasuk serangga, reptil, dan mamalia kecil.

“Seekor katak tebu betina, seperti kemungkinan Toadzilla, akan bertelur hingga 35 ribu telur. Jadi kemampuan mereka untuk bereproduksi cukup mengejutkan,” terang Nolan.

Bangkai katak besar Toadzilla sendiri disumbangkan ke Museum Queensland untuk penelitian.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email