oleh

PT Nikomas Gemilang di Kabupaten Serang Rumahkan 1.600 Pegawainya

Kabar6-Sebanyak 1.600 karyawan PT Nikomas Gemilang dipersilahkan mengundurkan diri secara sukarela, lantaran perusahaan sedang kesulitan keuangan yang disebabkan menurunnya pesanan sepatu di pasar dunia.

Menurunnya pesanan sepatu lantaran ketidakpastian ekonomi yang disebabkan perang Ukraina dan Rusia yang belum tahu kapan akan selesainya.

“(Perang) konflik Rusia Ukraina, kenaikan harga bahan bakar secara global, tingkat inflasi yang tinggi, penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya, menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat,” ujar Danang Widi P, Humas PT Nikomas Gemilang, dalam keterangan resminya, Selasa (10/01/2023).

Keputusan merumahkan ribuan pegawainya itu merupakan pilihan terakhir. Manajemen juga mengaku sudah berdiskusi dengan serikat buruh hingga pemerintah daerah (Pemda).

Pilihan pahit harus diambil, setelah perusahaan juga melakukan upaya perampingan keuangan melalui pengurangan jam kerja, penggajian hanya 70 persen agar semua bisa tetap bekerja, tetap mendapat gaji meski hanya bekerja 3 hari. Strategi itu telah dilakukan dalam 3 bulan terakhir, namun tidak bisa menyelamatkan kondisi perusahaan.

“Sejauh ini kita selalu berdiskusi dengan serikat, stakeholder pemerintah seperti Disnaker. Jadi alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang protes, karena kita selalu menjelaskan ini bukan kemauan perusahaan,” tuturnya.

Pendaftaran pengunduran diri sukarela itu dibuka pada 11-12 Januari 2023. Seluruh hak pegawai akan dibayar tunai oleh perusahaan, sesuai peraturan yang berlaku.

**Baca Juga: Resmikan Kantor Desa Jatimulya, Bupati Tangerang: Pelayanan Harus Ditingkatkan

Perusahaan alas kaki kualitas ekspor yang berlokasi di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten itu mengaku telah menempuh berbagai cara agar tidak ada pengurangan, namun mereka tak berdaya melawan kondisi ekonomi global yang lebih ketidak pastian.

“Berbagai hal telah kami lakukan seperti stop recruitment, tidak ada lembur, pengurangan jam kerja dan program cuti khusus. namun tidak dapat kami hindari dan dengan berat hati kami harus melaksanakan program pengunduran diri sukarela,” terangnya. (Dhi)

Print Friendly, PDF & Email