oleh

Pria AS Ini Gagal Palsukan Kematiannya Gara-gara Salah Ketik Satu Huruf

Kabar6-Seorang pria bernama Robert Berger (25) gagal memalsukan dokumen hukum untuk memalsukan kematiannya sendiri, demi menghindari kemungkinan hukuman penjara.

Jaksa Wilayah Madeline Singas, melansir Sooperboy, mengatakan bahwa sertifikat itu seharusnya lulus sebagai sertifikat kematian dari New Jersey. Namun pemalsuan itu segera diketahui karena kesalahan pengetikan.

“Setelah memeriksa sertifikat oleh NCDA, tercatat bahwa jenis dan ukuran font berubah dalam dokumen. Selain itu, jaksa mengamati bahwa kata ‘Registry’ dalam nama departemen salah eja sebagai ‘Regsitry’ di bagian ‘DITERBITKAN OLEH’,” jelas kantor jaksa.

Ditambahkan, “Setelah menelepon untuk memverifikasi sertifikat itu dengan Departemen Kesehatan, Statistik, dan Registrasi New Jersey, para penyelidik mengonfirmasi bahwa sertifikat itu ternyata palsu.”

Berger telah menghadapi hukuman untuk dakwaan kejahatan terkait pencurian kendaraan di mana dia sudah mengaku bersalah.

Tetapi menurut jaksa penuntut, pengacaranya pada saat itu mengatakan kepada pengadilan bahwa Berger telah meninggal dunia dan menyerahkan dokumen palsu yang membuktikan bahwa pria itu bunuh diri. meninggal karena bunuh diri.

Jaksa penuntut mengatakan pengacara bernama Meir Moza, lalu membuktikan bahwa Berger telah menipu dia sehingga dirinya secara tidak sadar berpartisipasi dalam konspirasi, dan sejak itu dia menghentikan Berger sebagai klien. Perwakilan hukum baru Berger, Lembaga Bantuan Hukum, menolak untuk berbicara tentang kasus tersebut.

Kini Berger juga menghadapi kemungkinan hukuman penjara empat tahun atas tuduhan kejahatan pemalsuan sertifikat kematian. ** Baca juga: Disebut Belum Terbukti Efektif, Pemerintah Belanda Tidak Sarankan Warganya Pakai Masker

“Mengirimkan dokumen palsu kepada jaksa selalu merupakan ide yang buruk,” kata jaksa Singas. “Dan meskipun dia telah tertangkap, kesalahan pengetikan membuat aksi penipuan ini sangat mencolok.”

Ada-ada saja.(ilj/bbs)

Berita Terbaru