Prediksi Tsunami 57 Meter, Ini Langkah Mitigasinya

kabar6.com
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.(ist)

Kabar6-Prediksi tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang yang dilakukan oleh BPPT bersama BMKG, diharapkan tak membuat masyarakat panik, khususnya di Banten.

Meski hingga kini belum ada satupun teknologi dan ilmu akademisi yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa.

Dengan memetakan daerah rawan bencana, merupakan salah satu cara, bagaimana menempatkan masyarakat ke daerah aman.

“Kita perlu regulasi yang lebih spesifik yang mengatur zona aman permukiman. Selain membuat masyarakat menjadi semakin terlatih. Pelatihan seperti itu akan meningkatkan kesadaran bahwa ancaman bencana itu memang nyata,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy, Sabtu (7/4/2018).

Mitigasi dan kesiapan Siagaan menghadapi bencana, menjadi salah satu cara mengurangi dampak dari bencana alam, baik gempa, tsunami maupun lainnya.

“Dimulai dari persoalan yang terkecil, seperti memperbanyak selter tsunami, mempermudah akses evakuasi dan memperbanyak jalur evakuasi. Serta membuat mampung bencana,” kata Yoyon Sunjana, anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Demokrat.

Masyarakat Banten pun diminta mengkroscek segala informasi yang beredar, melalui sumber yang dipertanggungkan jawabkan. Baik melalui media massa maupun institusi resmi pemerintah, seperti BMKG, BPBD hingga Basarnas.

Penyampaian informasi oleh BMKG, telah melalui penelitian dan kajian bersama pakar yang sudah teruji, secara ilmiah berbasis data yang memadai dan tervalidasi.

Kajian itu bisa diterapkan untuk mendukung analisis dan meningkatkan kualitas serta akurasi info kegempaan dan tsunami.

“Pada kasus hasil kajian potensi tsunami di Pendeglang, peneliti sebenarnya tidak melakukan prediksi, tapi mencoba mengungkap potensi yang masih perlu dikaji lebih lanjut, berbasis data ilmiah yang lebih memadai, karena peneliti tersebut, tidak menyebutkan kapan akan terjadinya,” kata Muhamad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG, melalui siaran persnya.

BMKG pun berjanji akan terus melakukan monitoring aktivitas kegempaan di Indonesia, termasuk potensi tsunami, dan segera memberikan informasi dalam waktu kurang dari lima menit.

“Selain itu, BMKG bersama pihak terkait, akan terus aktif dalam memberikan edukasi, terkait mitigasi gempabumi dan tsunami kepada stakeholder, masyarakat, dan media, untuk mendukung efektivitas pengurangan risiko bencana,” jelasnya.**Baca juga: Polsek Mauk Sergap Penodong yang Lukai Korbannya Pakai Bambu Runcing.

Untuk informasi kebencanaan, masyarakat bisa mendapatkan nya melalui sumber terpercaya BMKG, yakni website http://www.bmkg.go.id, aplikasi ‘Info BMKG’ yang dapat diunduh dari Mobile Apps iOS dan Android. Bahkan melalui Sosmedia di Twitter @infoBMKG, instagram infobmkg, Facebook @infoBMKG dan Youtube @infoBMKG.(dhi)