oleh

Polres Pandeglang Komitmen Wujudkan Pemilu Aman

Kabar6-Pelaksanaan Pemilu 2019 hanya menyisakan waktu tujuh hari lagi. Untuk mewujudkan pemilu aman, damai dan sejuk butuh dukungan dari semua pihak. Namun kontestasi menjadi panas lantaranya maraknya hoaks atau informasi bohong.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, menciptakan pemilu aman, damai dan sejuk bukan hanya tugas keamanan melainkan peran suma pihak salah satunya masyatakat.

“Kita saat ini dihadapkan oleh banyaknya issue hoax, sehingga menjadikan suasana panas. Mari kita sama mengamankan jalannya pemilu karena pemilu tanggung jawab bersama sebagai komponen bangsa,” kata Indra diacara Focus Grup Discussion (FGD) yang dilaksanakan Polres Pandeglang, di Horisson Altama, Rabu (11/4/2019).

Dengan jumlah TPS yang sangat banyak hingga 3.906 TPS tentu sangat membutuhkan personil yang cukup banyak dalam pengamanan jalannya pemilu 2019.

“Walaupun saat ini personel bantuan cukup banyak dari mulai TNI, Mabes Polri, dan Pemda saya kira masih kurang, kami mohon bantuan dari semua pihak, kita jaga kawal dan awasai untuk pemilu aman, damai dan sejuk,” imbuhnya.

Terkait tahapan pengamanan pemilu, Indra Lutrianto mengaku telah dari jauh hari dilaksanakan.

“Tahapan kegiatan terkait pengamanan sudah kami lakukan dari bulan oktober seperti pengamanan di KPU, Bawaslu, Gudang Logistik, pada saat logistik datang, pelipatan suara, pergeseran, bahkan setiap personil yang keluar masuk gudangpun kita cek,” tutupnya.

Hadir dalam acara ini Ketua KPU Ahmad Sudjai, Bawaslu Ade Mulyadi, Perwakilan Parpol, Dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur TNI, Polri dan Masyarakat.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengungkapkan, proses menuju pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk telah dilaksanakan dengan baik oleh pihak terkait seperti KPU, Bawaslu, Polri dan TNI.**Baca Juga: Unjukrasa Pungli UNBK, Tangsel Institute Desak Kadindikbud Dipecat

Namun, itu saja tidak cukup harus ada dukungan masyarakat yang tentu memiliki peran penting juga dalam kelancaran jalannya pemilu 2019.

“Kita menyadari jika gesekan bisa kapan saja terjadi apabila kita tidak menjaga satu sama lainnya, dan jika itu terjadi tentu sebuah kerugian karena mencederai jalannya rutinitas demokrasi lima tahunan,” ujarnya.(aep)

Berita Terbaru