Polisi Gerebek Gudang Narkoba di Tangerang, 239 Kg Sabu Diamankan

Kabar6.com
Kapolri saat konferensi pers kasus tersebut di Gedung Promoter, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.(HP)

Kabar6-Tim Satgassus Polri dan Polda Metro Jaya (PMJ), menggerebek sebuah gudang Blok E 12, No 36, Pergudangan Harapan Dadap Jaya, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan sabu sebanyak 239 kg shabu dan 30.000 butir ecstasy. Adapun penggerebekan dilakukan pada Kamis (8/2/2018) lalu.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, bila kasus itu bermula ketika pada 4 Februari lalu, pihaknya menerima informasi adanya penyelundupan narkoba yang dilakukan warga negara malaysia dibantu warga negara Indonesia.

“Lalu informasi itu diselidiki, hingga akhirnya didapat informasi bila barang haram selundupan itu disembunyikan di Pergudangan Harapan Dadap Jaya, sebelum kemudian dilakukan penggerebekan,” ujar Kapolri dalam konferensi pers kasus tersebut di Gedung Promoter, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Kapolri merinci, bila dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan satu tersangka berinisial JN alias Marvin Tandiono. Adapun barang bukti narkoba tersebut disembunyikan dalam 12 mesin cuci.

Pascapenggerebekan, kemudian dilakukan pengembangan, hingga berhasil meringkus pelaku lainnya, yaitu An alias Aket ditangkap di Jalan Raya Perancis Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Tangerang.

“Hasil pemeriksaan terungkap bila pelaku Andi, mengaku mendapat perintah dari Indrawan alias Alun, napi di salah satu lapas di Jakarta. Yaitu untuk turut membantu Joni menjaga gudang dan membongkar mesin cuci yang beri narkotika,” ujar Kapolri lagi.

Kemudian pihaknya mengembangkan kembali jalur peredaran narkotika tersebut. Pihaknya berhasil menangkap LTH alias Onglay warga Malaysia. Onglay ditangkap pada Jumat (9/2/2018) pukul 00.20 WIB di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

“Kemudian saat tim pada Sabtu (10/2/2018) pukul 01.30 WIB, tim membawa Onglay untuk pengembangan ke daerah Dadap, menunjukkan jaringannya, ia berusaha merebut senjata petugas. Kemudian kami ambil tindakan tegas dengan menembaknya. Namun saat dalam perjalanan ke rumah sakit, pelaku tewas,” jelas Kapolri.

Dari pengakuan Onglay, dirinya telah sebanyak enam kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Dengan modus yang sama, yaitu menyembunyikan di dalam mesin cuci.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba tersebut. Termasuk dengan berkoordinasi Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait DPO (Daftar Pencarian Orang) di Malaysia,” jelas Kapolri.**Baca juga: Diduga Dibantai, Satu Keluarga Bersimbah Darah di Periuk.

Seluruh pelaku dijerat Primer Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang R.I No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(BL/HP)