oleh

Polisi Akan Periksa Bos PT SPM dan SPBU Kawidaran

Kabar6-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cikupa, berencana akan memanggil dan memeriksa Bos PT Sinergi Permata Mulya (SPM), Wawan alias Iwan Keling dan pemilik SPBU Kawidaran.

Hal ini, menyusul terungkapnya jaringan mafia penyelundup Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi, pada Selasa (30/10/2012) lalu.

“Kami akan panggil Bos PT SPM dan pemilik SPBU Kawidaran untuk diperiksa,” ungkap Wakil Kepala Polsek Cikupa, AKP Suharyono, kepada Kabar6.com, Rabu (31/10/2012).

Pemanggilan ini kata Suharyono, terkait keterlibatan mereka berkonspirasi dalam menyeleweng hak rakyat. Sebab, BBM Bersubsidi tersebut, sejatinya disediakan negara untuk rakyat dan bukan untuk konsumsi industri.

“Pengakuan tersangka Udin Tajo dan Temmy, selaku anak buah dari Wawan alias Iwan Keling, akan menjadi rujukan awal untuk pengembangan kasus ini,” ujarnya.

Menurut Suharyono, pihaknya berjanji tidak akan berhenti melakukan penyelidikan dan penyidikan sebelum para mafia kelas kakap ditangkap.

“Kami berkomitmen akan mengungkap kasus ini hingga tuntas. Saya gak peduli harus berhadapan dengan siapa,” tandasnya.

Diinformasikan, pihak Polsek Cikupa telah menetapkan kedua anak buah Wawan alias Iwan Keling, Bos PT SPM sebagai tersangka.

Pasalnya, kedua pelaku tertangkap tangan menyelundupkan sekitar satu ton BBM Bersubsidi yang dibeli dari SPBU Kawidaran, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang.

Dalam aksinya, kedua pelaku menggunakan sebuah mobil Isuzu Panther bernomor Polisi B 2618 UC yang sebelumnya telah dirombak tangkinya.

Atas dasar itu, pihak penyidik Polsek Cikupa menjerat kedua tersangka dengan Pasal 55 UU Migas Nomor 22/2011, dengan ancaman hukuman selama 6 tahun penjara.(din)

 

Berita Terbaru