Polda Banten Tangkap 2 Pengepul Benih Lobster di Lebak

kabar6.com
Ilustrasi benih lobster.(ist)

Kabar6-Dua pengemul benih lobster (benur) diamankan petugas Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Banten.

Kedua orang tersebut masing-masing berinisial alias Monok dan UY diamankan dari Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Dari keduanya, polisi juga menyita sebanyak 10.373 benih lobter (benur) dari jenis lobster mutiara dan pasir.

“Mereka diamankan karena usahanya tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) budidaya anak lobster,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim, kepada wartawan, Jumat (13/4/2018).

Abdul Karim menjelaskan, bila dalam usahanya, W dan UY membeli dan mengumpulkan benih lobster untuk dijual lagi ke seorang pengepul berinisial B, yang saat ini masih dalam pencarian.

Adapun benur yang diamankna petugas terdiri dari 10.312 benih lobster jenis pasir, dan 61 benih lobster jenis mutiara.

“Hasil pemeriksaan sementara, W dan UY mengaku sudah melakukan aksinya kurang lebih 6 bulan,” tuturnya.

Berdasarkan perhitungan dari pihak balai karantina ikan, 10.312 benih lobster jenis pasir dan 61 benih lobster jenis mutiara tersebut, jika dijual dengan harga normal nilainya bisa mencapai Rp627.870.000.

“Namun pengakuan kedua tersangka, seluruh benih lobster itu sedianya akan dijual ke pihak ke tiga dengan harga Rp106.170.000,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka terancam Pasal 92 UU RI 31/2004 tentang Perikanan dengan hukuman penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000.(BL/tmn)