oleh

Pola Makan yang Tepat Bisa Bantu Tingkatkan Mood

Kabar6-Tidak hanya mempengaruhi tubuh, makanan sehat juga bisa berdampak pada mood seseorang, lho. Jadi, apabila Anda sedang menjalani program diet, maka aturlah pola makan dengan cara yang tepat.

Diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, risiko untuk terkena penyakit kardiovaskular akan lebih besar. Sementara diet rendah kalsium juga akan berisiko mengalami osteoporosis.

Memilih makanan yang akan dikonsumsi, sangat penting dilakukan, karena neurotransmitter atau utusan otak ini akan menyampaikan informasi ke seluruh otak. Zat ini berperan dalam memicu, mengatur, mengintensifkan atau mengurangi suasana hati dan reaksi kita terhadap situasi. Bahkan, mempengaruhi makanan yang dikonsumsi.

Neurotransmitter bergantung pada lemak sehat dan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral dan protein. Ketika neurotransmisi menjadi tidak normal, atau tingkat transmitter terlalu tinggi dan terlalu rendah maka akan mempengaruhi suasana hati, perilaku atau masalah berpikir.

Hal ini terjadi karena sel-sel otak kita tidak dapat secara akurat menyampaikan apa yang terjadi, menyebabkan respon yang tidak sesuai pada situasi. Bukan tidak mungkin, Anda akan kehilangan emosi, merasa cemas atau gugup yang berdampak pada suasana hati yang tidak baik.

Solusinya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan bergizi. Melansir Care2, ada delapan cara untuk meningkatkan suasana hati. Apa sajakah itu?

1. Jangan lewatkan makan
Biasakan makan tepat waktu tiga kali sehari. Jika dirasa kurang, Anda bisa menambahkan camilan sehat setelah agenda makan. Karena menunda makan, mengakibatkan penurunan kadar gula darah, yang dapat menyebabkan perasaan mudah marah, gugup dan kelelahan.

2. Konsumsi protein setiap makan
Protein menstabilkan gula darah, mengurangi nafsu makan dan mengurangi jumlah makanan dikonsumsi, sehingga dapat melindungi Anda dari perubahan suasana hati dan kelelahan.

3. Konsumsi sayuran berserat tinggi
Banyak mengonsumsi sayuran berserat seperti sayuran brokoli, kale, dan seledri mampu membantu menstabilkan gula darah.

4. Konsumsi buah-buahan berserat tinggi
Selain sayuran, konsumsi buah-buahan berserat tinggi seperti apel dan pir juga dibutuhkan. Vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya bisa meningkatkan energi.

5. Konsumsi makanan yang kaya asam lemak esensial
Beberapa sumber yang sangat baik berasal dari asam lemak termasuk salmon, biji rami, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. EFA seperti omega-3 dan omega-6 membantu dalam transmisi impuls saraf dan juga diperlukan untuk fungsi normal dari otak. Karena kurangnya asam lemak esensial dalam tubuh bisa menyebabkan depresi.

6. Perbanyak minum air putih
Tubuh manusia terdiri dari sekira dua pertiga air, yang sangat penting bagi tubuh untuk melaksanakan setiap fungsinya. Kurang mengonsumsi air putih bisa menimbulkan gejala awal seperti dehidrasi termasuk sakit kepala, kelelahan, perubahan mood dan kesulitan berkonsentrasi.

Cobalah untuk minum setidaknya delapan gelas air setiap hari atau sesuai kebutuhan. Anda bisa melakukannya dengan mengatur alarm di ponsel dan selalu membawa air putih ke mana pun pergi.

7. Kurangi kafein
Banyak orang menghilangkan rasa haus mereka dengan kopi dan minuman ringan yang mengandung banyak kafein. Padahal, efek penarikan kafein berkontribusi dalam menimbulkan rasa ketidaksabaran dan mudah tersinggung.

8. Kurangi asupan gula
Konsumsi makanan yang mengandung gula seperti sukrosa dan sirup jagung fruktosa tinggi, mendestabilkan kadar gula darah, meningkatkan risiko diabetes dan memberikan kontribusi terhadap fluktuasi suasana hati.

Anda bisa menggantinya dengan alternatif lain yang sehat termasuk madu, sirup maple, dan stevia. ** Baca juga: Kendalikan Nafsu Makan dengan Sejumlah Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Berolahraga secara teratur dan tidur yang cukup juga akan sangat membantu meningkatkan suasana hati. Lebih dari itu, cukup beristirahat membuat Anda lebih siap mengelola tingkat emosional.(ilj/bbs)

Berita Terbaru