oleh

Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang Masuk Tahap Akhir

Kabar6-Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di lingkungan Pemerintah Kabupten (Pemkab) Tangerang masuk dalam tahapan akhir. Setelah resmi ditetapkan sebagai pemenang, masih ada tahapan yang harus dilalui para kades terpilih. Mereka harus mengikuti pelantikan yang juga digelar serentak untuk 153 kades terpilih, Sabtu (7/12/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Ahdiyat Nuryasin mengatakan, pesta demokrasi pemilihan kepala desa serentak di 153 desa se-Kabupten Tangerang pada Minggu (1/12/2019) lalu, sudah berjalan dengan aman.

Selanjutnya, pihaknya sudah mengajukan tanggal pelantikan kades terpilih ke bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, yakni Tanggal 17 Desember 2019. Namun demikian, tanggal tersebut memang belum pasti karena pihaknya masih menunggu persetujuan Bupati.

“Kami sudah mengajukan tanggal pelantikan kades terpilih ke pak Bupati. Kami rencanakan tanggal 17 Desember pelantiknya. Tapi keputusan ada di tangan Bupati,” kata Ahdiyat kepada wartawan saat ditemui diruangnya, Jumat (6/12/2019).

Menurut Ahdiyat, meski ada aduan penyelesaian sengketa Pilkades Serentak, pihaknya akan tetap melantik kepala desa terpilih, terutama kepala desa yang penjabat sementara (pjs)-nya sudah habis masa tugas. Namun sesuai aturan, bagi desa yang memiliki perselisihan diberikan waktu hingga satu bulan.

“Informasinya, memang ada beberapa calon kades yang melakukan gugatan. Namun demikian, tim kabupaten nanti mempelajari, apakah ranahnya diselesaikan melalui PTUN atau bagaimana,” tuturnya.

Ahdiyat menambahkan, terkait persiapan pelantikan seperti seragam yang dikenakan ketika dilantik, semua disiapkan oleh kades masing-masing.

**Baca juga: 250 Ton Sisa Logistik Pemilu Akan Dilelang.

Hal itu berbeda dengan tahun lalu yang sebagian besar seragam pelantikan, pembuatannya difasilitasi oleh Bagian tata pemeintaha (Tapem).

Hanya beberapa kades saja yang menyiapkan baju pelantikan sendiri. Mayoritas kades terpilih yang statusnya petahana memang memakai baju pelantikan yang dahulu pernah dikenakan.

”Informasinya, calon kades petahana yang terpilih kembali memakai pakian putih-putih saat dilantik. Mungkin calon kades terpilih lainnya, bisa mengunakan pakian yang sama,” ujarnya.(Vee)

Berita Terbaru