oleh

Pilkada Tangsel, Golput Jadi Dongkrak Elektabilitas Azizah

Kabar6-Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) menilai para pemilih yang enggan mengunakan hak pilih alias golput bisa jadi modal bagi bakal calon walikota Siti Nur Azizah untuk menggeser elektabilitas rivalnya Benyamin Davnie dan Muhamad.

Hasil survei mencatat partisipasi pemilih hanya berkisar  57 persen, sisa 43 persen adalah Golput.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul menjelaskan angka tersebut menunjukkan jumlah suara yang diperebutkan para kontestan jadi semakin sedikit.

Ia menyebutkan sekitar 200 sampai 300 ribu suara bisa jadi pemenang.
“Jadi, menurut saya ini adalah sebuah peluang besar bagi calon yang memiliki elektabilitas rendah, pasangan calon yang bisa dalam tanda kutip mengalahkan angka golput, maka dialah yang akan memenangkan pertarungan ini,” kata Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, dari ketiga bakal calon ealikota, Azizah saat ini masih memiliki elektabilitas lebih rendah. Azizah masih berpeluang untuk menyalip elektabilitas dari kedua calon walikota rivalnya.

“Dari angka Golput yang tinggi itu, jadi peluang besar buat calon dengan elektabilitas rendah seperti SNA. Mau tidak mau, karena melihat dari basis pemilih diwilayah kampung-kampung SNA tak ada harapan, maka dia harus berjuang untuk merebut suara Golput,” ungkap Adib.

Berdasarkan survei KPN tiga nama calon dengan tingkat popularitas tertinggi ialah Benyamin Davnie 72 persen, Muhamad 46 persen, dan SNA 40,3 persen.

Tingkat eletabilitas yang menduduki posisi tiga teratas adalah Benyamin Davnie 43 persen, Muhamad 30,8 persen, dan SNA 22,5 persen. Sementara, tiga calon dengan elektabilitas tertinggi yaitu Benyamin Davnie 39,2 persen, Muhamad 25 persen, dan Siti Nur Azizah 21,5 persen.

Adapun sample yang diambil sebanyak sebanyak 440 responden, dengan sampling of error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

**Baca juga: Jembatan Cisadane Penghubung Cisauk dan Serpong Mengerikan.

Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 17-24 Juli 2020 dengan quality control dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sample, melalui withness dan spotcheck.

“Dari survey yang sudah kami lakukan, angka Golput memang sangat tinggi, namun ini masih bisa berubah menjelang waktu pemilihan nanti,” jelas Direktur riset KPN Emily Syahir.(yud)

Berita Terbaru