oleh

Pilkada Oleh DPRD, WH: Wajar Sebagai Realitas Politik

Kabar6-Diberikannya mandat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke DPRD, sebagaimana keputusan DPR RI lewat hasil voting, dianggap wajar oleh mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim.

Bahkan, sikap Partai Demokrat yang memilih walk out dalam voting di DPR, dianggap Wahidin justru cukup berhasil sebagai penyimbang.

“Sikap walk out yang diambil Partai Demokrat adalah sebagai penyeimbang, dan itu berhasil,” ujar mantan Walikota Tangerang periode 2004-2009 dan 2009-2014 itu kepada kabar6.com, Sabtu (27/9/2014).

Pria yang akrab disapa WH itu mengungkap, bahwa kalkulasi politik bukan seperti kalkulasi ekonomi atau kalkulasi hukum yang mudah ditebak. Karena, realitas politik justru sebaliknya, sulit ditebak dan dinilai.

“Soal niat baik atau busuk, soal muka manis padahal hati busuk atau sebaliknya, juga soal manipulasi, melanggar komitmen dan lainnya, semua biasa dijumpai dalam politik. Dan, itu wajar sebagai realitas politik yang sulit ditebak,” ujar WH yang baru saja terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrat.

Meski demikian, sebagai pribadi WH justru dengan tegas mendukung Pilkada langsung. Karena menurutnya, proses Pilkada langsung merupakan bentuk kedaulatan rakyat. “Pemimpin yang dihasilkan dalam proses Pilkada langsung, memiliki ikatan batin tersendiri dengan rakyatnya,” ujar WH lagi. **Baca juga: Pilkada Lewat DPRD, Jazuli: Daulat Rakyat Kalah Oleh Elit.

Diketahui, DPR RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) melalui mekanisme voting. Hasilnya, pemilihan kepala daerah dikembalikan lewat DPRD. **Baca juga: Rano: Tanpa Pilkada Langsung, Rakyat Pasti Kecewa.

Hasil voting menunjukkan sebanyak 226 anggota dewan memilih pilkada lewat pilihan DPRD. Sedangkan, anggota DPR yang memilih Pilkada langsung ada sebanyak 135 orang. Total, seluruh anggota DPR yang mengikuti voting sebanyak 361 orang. Sedangkan Partai Demokrat memilih walk out.(arsa/bbs)

Berita Terbaru