Pilkada Kabupaten Tangerang 2018, KPU Targetkan Pemilih Capai 80 Persen

Ilustrasi.(ist)

Kabar6-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada yang dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang sebesar 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Tangerang Akhmad Jamaludin, usai menghadiri deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang digelar Panwaslu Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo Kelapa Dua, Rabu (13/2/2018).

Dikatakan Jamaludin, pihaknya mengklaim mampu merealisasikan target sebesar 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat sebanyak 2 jutaan jiwa di daerah itu.

Keyakinan itu dinilai logis, mengingat intensitas sosialisasi dari para komisioner dan anggota penyelenggara pemilu cukup tinggi dan massif.

Disamping itu, kesadaran masyarakat dalam memilih calon pemimpinnya juga cukup luar biasa.

“Ya harapan kami target partisipasi pemilu di daerah ini bisa mencapai 80 persen,” ungkap Jamaludin, kepada Kabar6.com.

Ditambahkannya, sosialisasi Pilkada ini tak hanya menjadi tanggungjawab KPU, Pemerintah Daerah juga ikut berkewajiban membantu menyosialisasikan ke masyarakat.

Itu, merujuk pada UU Nomor 10/2016, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1/2015, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1/2014, tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi UU.

Pasal 1, Ayat 3a, bahwa pemerintah daerah juga berkewajiban mengembangkan demokrasi di daerahnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka menggunakan hak pilihnya.

“Apalagi, partai politik juga punya tugas memberikan pendidikan politik, kalau kita semuanya gerak maka dipastikan hasil Pilkada akan maksimal,” katanya.

Lebih lanjut Jamaludin menegaskan, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat selaku pemilik hak suara agar memilih calon kepala daerah sesuai dengan hati nuraninya.**Baca juga: Waspadai Politik Uang, Polresta Tangerang Sosialisasikan e-Gakumdu.

“Pilih pemimpin jangan karena uang, tapi berdasarkan hati nurani tanpa paksaan dari pihak manapun. Masyarakat punya kedaulatan sangat tinggi untuk memilih dan menentukan calon pemimpinnya, oleh karenannya saya berharap masyarakat datang dan salurkan hak suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di masing- masing lingkungannya,” imbuhnya.(Tim K6)