Phantosmia, Kondisi Medis Saat Seseorang Mencium Bau Secara Halusinasi

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Mungkin Anda pernah mencium bau yang tidak dialami oleh orang lain. Apabila kondisi itu terjadi, mungkin Anda mengalami phantosmia, istilah medis ketika seseorang mencium bau secara halusinasi. Biasanya bau yang dicium beraroma busuk seperti kotoran, asap, atau bahan kimia. Kondisi ini dapat dipicu oleh suara keras atau perubahan aliran udara yang memasuki lubang hidung.

Saat mengalami phantosmia, melansir Independent, indera penciuman akan mempengaruhi indera pengecap. Dengan begitu rasa makanan menjadi tidak jelas. Phantosmia dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Bahkan, dalam kasus yang ekstrem dapat memicu pikiran untuk bunuh diri.

Phantosmia dan parosmia dikenal sebagai gangguan penciuman kualitatif karena bau yang dirasakan kualitasnya telah berubah. Gangguan pada indera penciuman ini biasanya terjadi di usia 15-30 tahun dengan persentase wanita lebih mungkin mengalaminya. Orang-orang dengan kondisi depresi, migrain, epilepsi, dan skizofrenia juga memiliki kemungkinan yang lebih besar. Phantosmia bisanya memengaruhi 0,8-25 persen indera penciuman.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab phantosmia. Namun dugaan kuat, karena area otak pusat termasuk yang mengendalikan emosi, atau area perifer lebih terkait dengan fungsi bau, mengalami masalah.

Dalam situasi yang ekstrem, beberapa pasien memiliki bulbus penciuman yang mengganggu. Kondisi ini baru bisa dideteksi setelah dilakukan konsultasi medis. Untuk mengatasinya terkadang dibutuhkan pembedahan. Sayang cara ini cukup berisiko karena dapat menghilangkan kemampuan mencium bau secara permanen. ** Baca juga: Hindari Sejumlah Kebiasaan yang Justru Turunkan Kecerdasan

Meskipun demikian, phantosmia dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan. Hal yang penting, Anda harus waspada dengan gejalanya. Jika Anda mulai mencium bau yang tidak dicium orang lain, cobalah berkonsultasi dengan dokter. (ilj/bbs)