oleh

Petani di Republik Ceko Temukan Sabuk Emas Ornamen Kosmologi Berusia 2.500 Tahun

Kabar6-Seorang petani bit di Republik Ceko, menemukan sabuk emas Zaman Perunggu berornamen kosmologi di tanah miliknya. Temuan itu berupa selembar emas tipis kusut berusia hampir 2.500 tahun.

Objek sepanjang 51 cm ini, melansir Livescience, terbuat dari emas dengan inklusi perak, tembaga, dan besi. Meski tertutup tanah, objek yang kemungkinan merupakan bagian depan sabuk kulit itu terpelihara dengan baik. ** Baca juga: Peneliti Jepang Ungkap Tikus Bisa Goyangkan Kepala Ikuti Irama Musik Queen dan Lady Gaga

“Dihiasi dengan lingkaran konsentris yang ditinggikan dan diatapi dengan gesper berbentuk mawar di ujungnya. Mungkin kehilangan beberapa bagian kecil, tetapi itu dalam kondisi sempurna,” terang Jiri Juchelka, Kepala Departemen Arkeologi Museum Silesian.

Petani yang tak ingin diungkap identitasnya itu lantas mengirim foto objek tadi ke arkeolog di Museum Silesia terdekat di Opava. Konservator, Tereza Alex Kilnar, telah mulai bekerja untuk menstabilkan dan menganalisis sabuk di Museum Bruntal, bekerja sama dengan spesialis lain.

Berdasarkan gaya dekorasinya, Kilnar memperkirakan bahwa sabuk emas berasal dari Zaman Perunggu pertengahan hingga akhir, sekira abad ke-14 SM. Eropa Tengah selama waktu itu (2000 SM hingga 1200 SM) adalah perpaduan budaya yang berbeda yang dihubungkan oleh jaringan pertukaran yang luas.

Belum banyak yang diketahui tentang konteks sabuk emas, karena baru saja ditemukan pada akhir September lalu. Kilnar mengatakan, sabuk tersebut kemungkinan milik seseorang yang punya kedudukan tinggi di masyarakat, karena barang-barang mewah seperti itu jarang diproduksi pada saat itu.

Arkeolog Universitas Nasional Australia, Catherine Frieman, yang spesialisasi penelitiannya mencakup studi pengerjaan logam di Zaman Perunggu Eropa, setuju bahwa pemilik sabuk emas adalah seseorang yang berstatus tinggi, baik sosial maupun spiritual.

“Objek emas dengan motif melingkar sering dikaitkan dengan sistem kosmologis Zaman Perunggu yang diyakini fokus pada siklus matahari,” kata Frieman.(ilj/bbs)