oleh

Peruntukan Pelabuhan Bojonegara Berubah

Kabar6-Pemerintah merubah peruntukan Pelabuhan Bojonegara, di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.

Bila sebelumnya pelabuhan itu akan menampung kontainer terbesar di Asean, kini berubah menjadi pelabuhan curah kering.

“Hasil evaluasi, masterplannya berubah menjadi pelabuhan kargo curah kering pangan maupun non pangan, liquid, dan batu split,” kata General Manager Pelindo II Banten, Chiefy K Adi, Minggu (5/5/2015).

Perubahan ini, mengacu pada perhitungan ulang pemerintah, dimana Pelabuhan Bojonegara dianggap tak efisien dan ekonomis. Karena perusahaan yang menggunakan kontainer berlokasi di kawasan Cikarang, Karawang, Bekasi dan Jakarta.

“Mengingat kargo yang dibawa dengan kontainer lebih banyak dikonsumsi oleh perusahaan dari Cikarang, Karawang, dan sekitarnya, kalau mereka bongkar muat disini, diperlukan angkutan yang membawa ke Jakarta. Dan ini sangat memberatkan pengguna jasa, sehingga kemasan peti kemas difokuskan ke Cirebon,” terangnya. **Baca juga: Kelainan Seks, Alasan Oknum Kepsek Lebak Cabuli Murid.

Sedianya, pembangunan Pelabuhan Bojonegara sendiri, berawal dari hasil kajian Japan International Coorporation Of Agency (JICA) soal pembangunan penopang Tanjung Priok di Bojonegara yang kemudian peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Megawati. **Baca juga: PBSI Kota Tangerang Fokuskan Bina Atlet Berbakat.

Namun dalam perkembangannya, rekomendasi pembangunan pelabuhan baru di Banten dianggap kurang tepat, karena sentra-sentra industri justru ada di timur Jakarta yang lokasi sejauh 120 km dari Pelabuhan Bojonegara.(tmn/din)

Berita Terbaru