oleh

Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Banten Harus Lebih Baik

Kabar6-Pemberdayaan pertumbuhan ekonomi kreatif melalui UMKM, IKM serta Koperasi diminta lebih dapat diprioritaskan lagi, guna meningkatkan kelangsungan taraf hidup para pelaku usaha menegah ke bawah tersebut.

 

Demikian disuarakan masyarakat Dapil V Provinsi Banten (Tangerang, Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, Batu Ceper, Benda, Neglasari dan Periuk), dalam kegiatan reses Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat, di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Minggu (29/3/2015).

 

“Kami harap bapak Asep, selaku Dewan Komisi II di Provinsi Banten, dapat lebih mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, agar para pelaku usaha kecil dapat juga benafas lega,” kata Ichsan, warga Kecamatan Periuk.

 

Sementara itu, Asep Hidayat, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, yang memang membidangi persoalan tersebut, mengapresiasi kehangatan dalam pertemuan itu. ** Baca juga: Ini Alasan Nasdem Tangsel Rekomendasi Tiga Balon

 

Politisi Asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun menegaskan, bahwa semaksimal mungkin dirinya akan membawa aspirasi masyarakat ini, untuk mendorong pihak eksekutif, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov Banten) maupun ditingkat Pemerintah Kota (Pemkot).

 

“Ya, saya akan mengajak kepada pemerintah daerah, untuk segera memberikan permodalan melalui Jamskrida (Jaminan Kredit Daerah, red) kepada para pelaku UMKM, IKM, serta Koperasi yang ada di Banten,” kata dia.

 

Tujuannya adalah, untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bagi para pelaku usaha menengah ke bawah, sehingga dapat memiliki daya saing, guna menyongsong perdagangan bebas.

 

“Karena masih banyak juga para pelaku UMKM, IKM serta Koperasi, yang dinilai saat ini belum memiliki kemampuan, baik itu dari sisi SDM maupun permodalan. Itu akan menjadi hambatan mereka dalam bersaing nantinya,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, dalam kegiatan reses tersebut, nampak sedikitnya 400 masyarakat di dapil tersebut, antuasias mengahadiri pertemuan silaturahmi itu.(ges)

Berita Terbaru