oleh

Personil Polda Banten Siaga di Jalur Wisata Dan Pantau Gunung Anak Krakatau

Kabar6-Fokus pada pelayanan kegiatan masyarakat yang akan berwisata di Kawasan Anyer, Carita, Labuan hingga Tanjung Lesung, Polda Banten menggelar Apel Besar Pengecekan Personel pada Selasa (03/05) pukul 07.00 WIB di Mercusuar Anyer.

Apel dipimpin oleh Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol. Budi Mulyanto diikuti oleh 509 personel, tidak hanya dari Polda Banten, Polres Cilegon juga dari Basarnas, Dishub, PMK dan unsur Pemda lainnya. Pasca apel, personel diminta langsung insert ke check point dan pospam serta posyan yang sudah digelar.

Aktivitas ke kawasan wisata diprediksi akan meningkat sejak hari ini sehingga perlu diantisipasi pada jalur utama dan jalur alternatif ke kawasan wisata tersebut. Pasca exit tol Cilegon Barat, pengunjung wisata dapat melintasi Kawasan Krakatau Steel, Pertigaan eks RM Beringin, Ciwandan lalu ke Anyer. Pasca exit tol Cilegon Timur, pengunjung wisata dapat berkendara ke Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga ke pertigaan Cigading lalu belok kiri ke Anyer. Pada jalur alternatif, dari Kota Serang ke Ciomas pengendara melintasi Padarincang hingga ke Simpang Teneng dan belok ke kanan ke Anyer atau ke kiri ke Carita.

“Check point personel untuk pemantauan lalu lintas ditempatkan di exit tol, pertigaan RM Beringing, Polsek Ciwandan, Simpang JLS, depan Port Pelindo, depan Chanda Asri dan Simpang Teneng,” kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Budi Mulyanto, Selasa (03/05/2022).

Pengelolaan parkir pada jalur kawasan wisata juga mempunyai peran yang signifikan, jangan sampai ada pembiaran kendaraan pengunjung yang parkir di luar area yang sudah ditentukan bahkan memakan badan jalan.

“Polres Cilegon segera apelkan tukang parkir kawasan Anyer-Carita dan ajarkan tentang kantong parkir mana yang boleh digunakan dan lokasi mana yang tidak dapat digunakan untuk parkir, intinya jangan sampai parkir liar menghambat arus lalu lintas,” kata Budi.

Pengelolaan arus lalu lintas di destinasi wisata akan dilakukan dengan 3 skenario. Situasi hijau ketika arus lalu lintas normal, maka personel melakukan pengaturan seperti biasa. Situasi kuning terjadi ketika ada antrian kendaraan hingga depan PT. Chandra Asri, maka diberlakukan one way traffic. Situasi merah terjadi ketika kepadatan kendaraan hingga ke simpang JLS, maka rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan buka tutup dan one way traffic.

Waktu masyarakat beraktivitas di pantai juga menjadi atensi Polda Banten. Personel akan aktif berpatroli di pantai dan himbau masyarakat untuk paling lama beraktivitas hingga 17.00 Wib di area pantai, sehingga aktivitas masyarakat selanjutnya lebih diutamakan di hotel atau tempat penginapan masing-masing, dengan demikian mobilitas pengunjung pada malam hari tidak tumpah di jalan.

“Situasi di lapangan tentu sangat dinamis, tiap personel harus paham cara bertindak pada check point masing-masing dengan orientasi solusi pada kelancaran arus lalin,” kata Budi.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan guna menjamin keamanan masyarakat di kawasan wisata, Polda Banten bahkan menurunkan 1 kompi Brimob beranggotakan 80 personel yang ditempatkan di Polsek Anyer dan Polsek Ciwandan.

Shinto menambahkan guna menekan penyebaran Covid-19, Polda Banten terus mengiatkan agar para pengunjung membekali diri dengan vaksinasi booster dan memanfaatkan gerai vaksin yang disediakan Polda Banten di Posyan di Anyer dan Carita. Selain itu sesuai kesepakatan pelaku usaha wisata di Banten, maka barcode aplikasi PeduliLindungi akan dipasang di banyak titik.

**Baca juga:Korban Tewas Tenggelam di Pantai Pasir Putih

“Pengunjung wisata agar aktifkan aplikasi PeduliLindungi dan sudah divaksin booster,” himbau Shinto.

Pada bagian akhir, Shinto juga menghimbau pengunjung untuk tetap waspada bencana untuk antisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sejak Minggu (24/04/2022) lalu sudah pada level III atau siaga.

“Prioritas pada keselamatan masyarakat, Polda Banten akan memonitor informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pengunjung agar tetap waspada bencana,” himbau Shinto.(Dhi)