oleh

Perempuan Dominasi Kasus Covid-19 di Lebak, Selain Prokes Ini yang Harus Diperhatikan

Kabar6-Meski tak lagi berstatus zona merah, namun kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak masih terdata cukup tinggi dengan jumlah kasus harian 100 hingga 200.

Hingga Jumat (23/7/2021), jumlah kasus terkonfirmasi positif di Lebak sebanyak 7.285, 1.468 di antaranya
merupakan kasus aktif, sebanyak 5.652 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 165 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, kasus Covid-19 didominasi oleh perempuan. Dari jumlah kasus terkonfirmasi sejak pandemi, 59,38 persen pasien adalah perempuan, dan 40,62 persennya laki-laki.

Daya tahan tubuh perempuan yang mudah menurun disebut sebagai salah satu faktor mudahnya mereka terpapar Covid-19.

“Perempuan lebih perasa dalam hal apapun, sehingga saat ada persoalan lebih banyak mengedepankan perasaan yang berefek pada menurunnya imun diri perempuan itu sendiri,” kata Wakil Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak, DPD PDI Perjuangan Banten, dr Juwita Wulandari kepada Kabar6.com, Sabtu (24/7/2021).

Kata Juwita, selain protokol kesehatan (Prokes) yang masih kurang ditaati, ada hal yang harus diperhatikan oleh kaum hawa agar terhidar dari Covid-19.

“Pikiran yang tenang dan penuh kegembiraan adalah peningkat imun terbaik, maka selain ikhtiar prokes dan berdoa, kita juga mesti melapangkan hati serta pikiran agar tetap tentram dan bahagia, itu kunci meningkatkan imun,” tutur Juwita.

Juwita mengatakan, mengatasi pandemi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dengan kebijakan dan aturan kepada masyarakat. Akan tetapi, butuh keselarasan antara pemerintah dengan masyarakat.

“Masyarakat dan pemda harus seayun selangkah dalam hal menangani pandemi, keduanya saling berkaitan erat, tidak bisa hanya pemda saja ataupun masyarakat saja, keduanya harus selaras berkaitan dengan kepatuhan terhadap prokes,” ujarnya.

**Baca juga: DLH Lebak soal KEK Pariwisata Sawarna: Harus Eco Friendly

“Pemda juga memformulasikan dari sisi lainnya, seperti menjaga ekonomi masyarakat agar tetap berjalan dan pendidikan anak bangsa agar tidak terhenti, prinsipnya pemda membuat formulasi kebijakan yang tepat dan masyarakat mematuhi kebijakan tersebut,” kata Juwita menambahkan.(Nda)

Berita Terbaru