oleh

Penyelidik WHO Klaim Tiongkok Tolak Serahkan Informasi Penting Perihal COVID-19

Kabar6-Seorang ahli penyakit menular dari Australia bernama Dominic Dwyer, menyebutkan bahwa otoritas kesehatan Tiongkok tidak menyerahkan hasil penelitian yang lengkap saat WHO meminta data mentah perihal pelacakan pasien COVID-19. Mereka hanya memberikan ringkasannya saja.

Dwyer mengatakan, berbagi data mentah itu sudah menjadi praktik standar dalam penyelidikan wabah. Data mentah yang dianonimkan tersebut, melansir theguardian, sangat penting karena sejauh ini baru setengah dari total 174 kasus awal yang ditemukan di pasar tradisional Wuhan, tempat COVID-19 pertama kali terdeteksi.

“Itu sebabnya kami bersikeras meminta itu. Mengapa itu tidak diserahkan, entahlah, saya tidak bisa berkomentar. Apakah itu terkait politik, atau waktu, itu rumit,” terang Dwyer.

Pemimpin tim ahli, Peter Ben Embarek, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu mengungkapkan, virus Corona kemungkinan besar memang berasal dari hewan. Namun butuh prosedur sangat panjang dan berbelit-belit untuk memastikan hal itu.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan, sebelumnya juga meminta Tiongkok membuka data penting di hari-hari pertama merebaknya virus Corona. Sullivan juga meminta agar kerja tim ahli WHO tidak dipengaruhi tekanan otoritas setempat.

“Kami prihatin dengan temuan awal penyelidikan COVID-19. Laporan ini harus independen, temuan ahli harus bebas dari intervensi dari Pemerintah China,” ujar Sullivan. ** Baca juga: Diminta Mundur Sebagai Direksi Gara-Gara Terlalu Cantik

Dalam penyelidikan selama hampir sebulan di Wuhan, kinerja tim WHO sangat dibatasi. Selain tidak diberikan akses data kontak pasian, mereka juga dilarang berkomunikasi pada masyarakat setempat, dengan alasan pembatasan COVID-19.

Namun, tidak semua tim setuju Tiongkok merahasiakan segala sesuatu. Peter Daszak, anggota tim ahli lainnya yang juga Presiden EcoHealth Alliance, mengaku tak mengalami kendala.

“Sebagai koordinator penelitian hewan/lingkungan, saya rasa rekan-rekan di Tiongkok dapat dipercaya dan terbuka. Kami mendapat akses ke seluruh data yang baru dan penting,” katanya.

Benarkah demikian?(ilj/bbs)

Berita Terbaru