oleh

Penuh Kontroversi, Persita Gagal Bawa Pulang Tiga Poin

Kabar6–Memasuki pekan kedua bergulirnya Liga 2 2019, Persita bertandang ke Cilacap dan bertemu dengan PSCS Cilacap. Laga ini mempertemukan dua klub yang sama-sama meraih poin penuh di pertandingan pekan pertama. Persita sukses menumbangkan PSGC Ciamis, sementara PSCS melumat Blitar United.

Menghadapi PSCS Cilacap, Persita menurunkan kekuatan penuh. Dipimpin Kapten Egi Melgiansyah, pemain inti seperti M. Roby, Amarzukih, Jecky Arisandi dan kipper Annas Fitrant diturunkan sejak menit pertama.

Permainan berlangsung ketat dan sangat sengit. Bertubi-tubi serangan dilancarkan oleh Persita dan juga PSCS. Beberapa peluang sempat tercipta untuk Persita di awal-awal babak pertama namun belum bisa dieksekusi dengan maksimal.

Titik terang mulai terlihat di penghujung babak pertama, tepatnya memasuki masa injury time. Satu gol sempat dilesatkan oleh Kito Chandra lewat sundulan kepala langsung ke gawang PSCS.

Sayang, berselang beberapa detik, hakim garis mengangkat bendera dan memutuskan menganulir gol tersebut karena dianggap off-side. Keputusan yang kemudian dipertanyakan keras oleh pihak Persita.

Dianulirnya gol Kito di akhir babak pertama tampaknya memberi dampak kurang mengenakkan bagi tim di babak kedua. Gantian PSCS yang menguasai pertandingan. Pertandingan pun semakin sengit berlangsung. Di dalam lapangan, emosi para pemain terlihat meninggi.

**Baca juga: Laga Perdana Liga 2 2019, Persita Sukses Meraih Poin Penuh.

Hingga pelanggaran dilakukan Persita di kotak penalti lawan yang membuahkan kesempatan emas bagi PSCS. Penalti pun dieksekusi dengan baik dan membuahkan hasil 1-0 bagi PSCS.

Tensi kian meninggi di akhir babak kedua. Hasilnya, Persita dihadiahi empat kartu kuning dan Jecky Arisandi mendapatkan akumulasi kartu kuning dan harus meninggalkan lapangan karena tersulut emosi akibat ulah pemain PSCS.

Keluarnya Jecky membuat pertahanan Persita timpang. Meski di menit-menit terakhir banyak sekali kesempatan dan peluang yang datang. Tapi memang kemenangan belum jadi milik Persita.

Menanggapi kekalahan di Cilacap, Pelatih Kepala Persita, Widodo C. Putro menyebut gol pertama Persita seharusnya sah. “Saya ucapakan selamat pada PSCS yang memenangkan pertandingan sore ini. Cuma ada beberapa hal yang mesti kita catat untuk perbaikan sepak bola Indonesia. Saya melihat juga tadi rekaman, yang gol terjadi itu sebetulnya dari kami sah.

Kenapa? Itu tidak ada off-side dan setelah gol baru hakim garis mengangkat bendera ya. Tentu ini ke depannya, ayolah sama-ama untuk sepak bola Indonesia,” ujar Widodo usai pertandingan di Stadion Wijayakusuma, Cilacap.

Widodo cukup kecewa dengan keputusan wasit karena seperti mencerminkan sepak bola Indonesia yang belum juga mau berubah ke arah yang lebih baik.

**Baca juga: Ini Susunan Pemain Resmi Persita 2019.

“Dari Liga 3, Liga 2, Liga 1, kalau saatnya sekarang kapan lagi kita? Kita sudah tertinggal jauh sama negara-negara lain, Kalau hal yang begitu pun Instruktur Wasit (IW) tidak mengerti tentang off-side atau enggak, saya kira aduh, sayang. Negara sebesar kita ini punya IW tidak mengerti hal-hal hakim garis seperti itu,” ujarnya

Kapten Persita, Egi Melgiansyah juga mengeluhkan hal serupa. “Yang jelas sih tadi kita kecewa juga dengan wasit itu ya. Mungkin karena gol kita yang dianulir gitu. Jadi mungkin pas babak kedua ini pemain mungkin konsentrasinya agak mempengaruhi karena keputusan wasit yang enggak adil buat kita karena itu bola fair play. Sah buat kita tapi dianulir oleh wasit.”

Widodo pun tak segan mengakui bahwa penalti yang dihadiahkan wasit ke PSCS memang atas kelalaian pemainnya. “Gol yang terjadi penalti memang itu harusnya penalti. Saya akui. Saya fair. Memang penalti. Pemain saya narik, di dalam kotak penalti,” ungkap pelatih kelahiran Cilacap tersebut.

Ke depannya, Widodo pun mengakui akan mengevaluasi para pemain, terutama untuk urusan mengontrol emosi. “Tentu faktor emosional ya. Karena memang kalau di sepak bola kita, kita main itu tekanan psikologis itu sangat tinggi, Bukan dari penonton juga, dari dalam pertandingan itu sendiri. Bahkan seperti tadi, perangkat pertandingan. Mungkin itu, kontrol emosi. Di mana kita bisa jernih, pasti kita bisa memainkan bola yang baik. Pemain kita, bukan sedikit yang terpancing emosinya. Sehingga banyak terjadi kartu, terjadi penalti, karena kontrol emosinya yang kita perbaiki.”

Meski begitu, Widodo memuji permainan tim Persita sore ini. Terbukti, PSCS juga kesulitan untuk mencetak gol. Apalagi ini adalah permainan tandang. Meski target setidaknya meraih skor seri tidak tercapai, Widodo mengaku masih terus optimis dengan timnya.

Selanjutnya, Persita akan kembali ke Tangerang untuk melakoni laga melawan Persbat Batang di Stadion Sport Centre, Kelapa Dua, Selasa, 2 Juli. Ini akan menjadi laga kandang perdana Pendekar Cisadane.(Din)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru