oleh

Pengendalian Banjir di Tangsel, Wali Kota Benyamin: Pekerjaan Ini Akan Kita Selesaikan

Kabar6-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya menanggulangi masalah banjir. Alokasi anggaran sekitar Rp 151 miliar lebih dipersiapkan untuk perbaikan maupun dibangun baru pada sejumlah infrastruktur daerah aliran sungai dan kali serta jalan-jalan publik.

“Pada tahun anggaran 2022 ini kita sudah mengalokasikan anggaran cukup besar,” kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Serpong dikutip Minggu (2/10/2022).

Model teknis pekerjaan pengendalian banjir berupa pembangunan drainase; turab, pengerukan sendimentasi lumpur serta sampah di tandon-tandon, anak Sungai Cisadane, anak-anak Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan lain sebagainya.

“Pendalaman supaya debit air volumenya lebih besar lagi,” jelas Benyamin. Ada yang tanggul jebol di beberapa perumahan sekarang konstruksinya sedang diperbaikin dan ada juga dibangun baru.

Ia mengakui saat proses pembangunan turab menemui kendala di lapangan. Hujan mendadak turun sehingga debit air kembali melipat. “Tapi pekerjaan ini akan kita selesaikan,” tegas Benyamin Davnie.

Berikut jenis pekerjaan pengendalian banjir Tahun Anggaran 2022 yang digarap Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel yaitu:

1. Pembangunan Prasarana Kolam Retensi dan Turab Kampung Bulak.

2. Penataan Kolam Retensi Griya Asri.

3. Pembangunan Tandon Puri Bintaro Hijau 2.

4. Pembangunan Kali Ciater segmen Ciater Hilir (Bantuan keuangan Provinsi DKI Jakarta.

5. Pembangunan Prasarana Kali Baru – Sekunder Parigi.

6. Pembangunan TPT Kali Serua segmen Kacang Prima.

7. Pembangunan Turab Kali Cibenda – Jombang.

8. Pembangunan Turab Kali Ciputat – Ciputat Baru.

9. Pembangunan turab Perumahan Puri Bintaro Indah – Jombang Ciputat.

10. Pembangunan turab Kali Segmen Nerada – Pondok Payung Mas.

11. Pembangunan turab Kali Serua Hilir.

12. Penataan Kali Engram Gintung Segmen Griya Mandiri.

13. Pembangunan saluran drainase kota Jalan Ki Hajar Dewantoro – Jalan Menjangan (Kompas) – Jalan Cendrawasih – Jalan Tegal Rotan sampai saluran pembuang.

14. Pembangunan saluran drainase kota Jalan Pondok Betung Raya menuju saluran pembuang.

15. Pembangunan saluran drainase lingkungan komplek Pondok Kacang Prima, Kecamatan Pondok Aren.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air DSDABMBK Kota Tangsel, Eka Pribawa Achirudin menjelaskan, sifat air mengalir dari hulu ke hilir. Daerah hulu mencakup di Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Sedangkan hilirnya di Kota Tangerang.

“Yang jadi konsentrasi (penanggulangan banjir) titiknya di tengah yakni Kota Tangerang Selatan. Ada banyak anak kali, seperti Cibarengkok, Jaletreng, Ciputat, Kedaung lain-lain,” jelasnya.

**Baca juga: Program Ngider Sehat di Tangsel, Pilar : Mampu Datangi 90 Persen RW

Akibat perubahan tata guna lahan, lanjut Eka, kini Pemerintah Kota Tangsel membangun kolam-kolam penampungan air seperti yang sudah disebutkan. Pada sejumlah titik tanggul-tanggul kali juga dilebarkan serta ditinggikan.

Pelebaran bertujuan untuk memperluas ruang penampak. Peninggian untuk menambah debit daya tampung air. “Terus kita juga bikin sodetan-sodetan diarahkan ke saluran pembuang ke situ-situ, kali dan sungai,” tambah Eka.

Ini kesembilan tandon-tandon penampungan air yang telah ada di Kota Tangsel yaitu:

1. Tandon BPI lokasi di Kecamatan Pamulang.

2. Tandon Ciater di Kecamatan Serpong.

3. Maruga Pond Park di Kecamatan Serpong.

4. Tandon Jurang Mangu di Kecamatan Pondok Aren.

5. Jaletreng River Park di Kecamatan Setu dan Serpong.

6. Tandon Lengkong Wetan di Kecamatan Serpong.

7. Tandon Pondok Jagung di Kecamatan Serpong Utara.

8. Tandon Puri Bintaro Hijau di Kecamatan Pondok Aren.

9. Tandon Lengkong Karya di Kecamatan Serpong Utara.(ADV)