oleh

Penganut Ateis Bakal Dihukum Mati di Negara Ini

Niloy Chakrabarti.(bbs)
Niloy Chakrabarti.(bbs)

Kabar6-Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang luas, ateisme adalah tidak percaya pada keberadaan Tuhan.

Hingga saat ini, jumlah penganut ateisme yang disebut juga ateis tergolong tidak sedikit. Di sisi lain, beberapa negara tidak mendukung para ateis.

Tercatat ada 13 negara yang memiliki undang-undang ketat, sehingga memungkinkan kaum ateis tersebut dijatuhi hukuman mati. Mereka akan menjatuhkan hukuman mati jika seseorang tidak memiliki iman, tidak beragama atau ateis.

Dikutip dari idntimes.com, negera-negara tersebut adalah Afganistan, Iran, Malaysia, Maladewa, Mauritania, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Di sejumlah negara lain, hukuman mati bukanlah hukuman formal yang tercantum di dalam UU. Namun, ateis dan humanis akan dibunuh oleh ekstremis agama karena keyakinan mereka tersebut.

Di Bangladesh, setidaknya tiga penulis blog ateis telah dihukum mati karena menulis sesuatu tentang keyakinannya tersebut.

Niloy Chakrabarti, blogger sekuler Bangladesh, dibacok hingga tewas di kediamannya di daerah Dhaka oleh sekelompok orang. Sebelumnya, blogger AS berdarah Bangladesh, Avijit Roy, juga tewas dibunuh di Dhaka.

Dalam sebuah posting di Facebook, Chakrabarti mengatakan dia dibuntuti dua pemuda. Namun, polisi menolak menerima laporannya dan malah menyarankan agar Chakrabarti meninggalkan Bangladesh.

Selain Chakrabarti, seorang blogger sekuler bernama Ananta Bijoy Das pun tewas dibunuh sejumlah pria bersenjata parang di Sylhet. Sebelum dibunuh, Das mengaku menerima sejumlah ancaman kematian dari orang tak dikenal.

Dewasa ini, dunia telah menjadi sebuah tempat yang semakin subur bagi sekulerisme. Sebagaimana yang pernah terjadi pekan lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron juga memicu reaksi publik negaranya, karena memakai pesan Paskah untuk menggambarkan Inggris sebagai “Negara Kristen”.

Namun seorang kritikus Cameron banyak yang menyuarakan pendapatnya. Mereka menyebutkan hanya 30 persen orang Inggris yang menyebut dirinya beragama. ** Baca juga: Yummy…Omelet Raksasa Ini Dibuat dari 15 Ribu Telur

Bisa disimpulkan bahwa Inggris merupakan negara yang paling sedikit pemeluk agamanya. Sebanyak 53 persen orang mengaku tidak beriman. Sisanya 13 persen lagi mengakui dirinya sebagai ateis sejati.(ilj/bbs)

Berita Terbaru