oleh

Pengamat: Angka PDRB dan Warga Miskin di Tangsel Kontras

Kabar6-Kecenderungan masih tingginya angka kemiskinan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tentu saja sangat disayangkan.

Betapa tidak, fakta itu begitu kontras karena tak sebanding dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi di kota termuda Provinsi Banten ini.

Pertumbuhan ekonomi telah dikaji dari proses kenaikan out per kapita dalam jangka waktu tertentu. Hasilnya, statistik laju pertumbuhan ekonomi telah mampu menunjukkan tren positif.

Peningkatan ini dilihat dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kota Tangsel beberapa tahun terakhir.

Pengamat ekonomi M Ikhsan Modjo mengatakan, dari angka 8,5 persen membuktikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di Kota Tangsel berada di atas rata-rata level nasional. Di sisi lain, angka kemiskinannya masih menyentuh level 1,75 persen.

“Tentunya cukup besar angka warga miskin segitu, kalau melihat jumlah penduduknya ada 1,4 juta. Jadi saya rasa cukup signifikan tinggi ya,” terangnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/4/2015).

Maka, lanjut Modjo, hal penting yang perlu diperhatikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, bila angka sekitar 1,75 persen warga miskin yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, jangan dianggap sepele karena bersifat fluktuatif.

Tergantung pada besar dan kecilnya angka inflasi. “Meski banyak perumahan elit, namun orang miskin masih banyak. Ini semestinya tidak terjadi,” ujarnya. **Baca juga: 2014, Diprediksi Angka Kemiskinan di Tangsel Naik.

Modjo memprediksi, angka itu masih bisa naik bila pemerintah daerah setempat tak segera berupaya menanggulangi.

Kenaikan jumlah warga miskin tidak terlepas dari faktor ekonomi makro yang berasal dari inflasi berbagai bahan pokok. Perubahan siklus ekonomi yang selalu dinamis harus bisa disikapi agar tidak menambah persoalan baru.

“Bukan tidak mungkin seiring bertambahnya waktu, kemiskinan akan terus melonjak. Maka tugas pemerintah bagaiman mampu mengembangkan berbagai strategi untuk menekan angka kemiskinan. Misalkan saja bantuan rumah yang tidak layak huni dan ekonomi mikro,” sarannya.(yud)

 

Berita Terbaru