oleh

Pengadilan Sipil di Argentina Akui Bayi yang Baru Lahir Miliki Dua Ayah dan Satu Ibu

Kabar6-Sebuah putusan bersejarah dikeluarkan Pengadilan Sipil dan Niaga Nasional Nomor 7 Kota Buenos Aires, Argentina, dengan mengakui dua ayah dan satu ibu untuk bayi yang baru lahir.

Hakim Myriam Cataldi, melansir popnews247, memutuskan bahwa pengadilan mengakui seorang bayi yang baru lahir memiliki keluarga multiparental. Keluarga itu terdiri dari dua ayah dan seorang ibu yang melahirkan bayi melalui pembuahan yang dibantu.

Kasus unik ini bermula ketika dua pria yang menjalin hubungan sesama jenis dan telah hidup bersama sejak 2018 memiliki keinginan untuk menjadi orangtua. Namun, mereka tidak ingin mengadopsi atau memilih kehamilan dengan ibu pengganti.

Terapis salah satu dari mereka mengusulkan untuk ‘bertaruh pada model pengasuhan bersama yang membentuk keluarga dengan seorang wanita dengan keinginan berbakti yang sama’. Masalahnya, baik teman maupun kenalan tidak berada di tempat yang sama, sehingga mereka merancang situs web untuk mencari kandidat yang benar-benar ingin memiliki anak.

Tidak dijelaskan, bagaimana menentukan orangtua biologis dari bayi tersebut. Namun bayi itu sudah sah terdaftar di Kantor Catatan Sipil dengan tiga nama keluarga. Hakim Cataldi memutuskan mendukung permintaan dua pria yang memutuskan untuk menggunakan aplikasi pengasuhan bersama yang disebut ‘Coparentalys’, sebuah platform web yang menghubungkan orang-orang untuk memiliki anak.

“Mereka adalah dua pria dan seorang wanita yang memutuskan untuk membangun keluarga multiparental berdasarkan poliamori pendaftaran filiasi orangtua,” kata Andrés Gil Domínguez, pengacara keluarga tersebut. ** Baca juga: Dokter Militer Thailand Suntik 273 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Sudan Selatan dengan Vaksin Palsu

Selain akan memiliki nama keluarga dari ketiga orangtua pada akte kelahiran, bayi tersebut juga akan dokumen identitas nasional dan paspor. Jaksa dalam kasus tersebut, Mónica Susana Mauri, memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan Hakim Cataldi.

Namun, pendaftaran anak di bawah umur di Kantor Catatan Sipil langsung diterima. “Satu-satunya kendala yang dihadapi keluarga adalah pendapat jaksa dan pembela anak di bawah umur yang akan mengajukan banding atas putusan tersebut, tetapi yang sama sekali tidak mengetahui bagaimana model konstitusional Argentina bekerja setelah reformasi hukum perdata,” terang Domínguez.

Meskipun ini adalah putusan yang langka di negara Amerika Selatan, ada 21 kasus serupa lainnya dari triple filiation, di mana 19 di antaranya diselesaikan melalui jalur peradilan.(ilj/bbs)