oleh

Peneliti Tiongkok Prediksi Susu Babi Berpeluang Gantikan Susu dari Sapi dan Kambing

Kabar6-Lembaga Penelitian Hewan Tiongkok memprediksi, susu babi bisa dikonsumsi manusia sehari-hari di masa mendatang. Sama seperti susu hewan lainnya, susu babi juga dipercaya kaya akan nutrisi.

Lewat penelitian pendahuluan dan uji coba, melansir Globaltimes, para peneliti menyimpulkan bahwa susu babi mirip dengan susu sapi dan susu kambing, bahkan susu babi diklaim memiliki warna putih susu dan tidak memiliki rasa serta bau yang mengganggu.

“Susu babi telah mendapatkan banyak perhatian akhir-akhir ini, dan kami sedang melakukan penelitian tentang itu,” jelas Tan Yongsong, kepala tim peneliti dari Institut Peternakan dan Kedokteran Hewan di Akademi Ilmu Pertanian Shanghai.

Untuk memastikan mengandung nutrisi agar dapat dikonsumsi, susu babi sedang dalam tahap uji. Namun, sampai saat ini belum ada ahli babi domestik yang melakukan penelitian komprehensif dan tematik mengenai susu babi.

Penelitian mengenai susu babi masih membutuhkan waktu lebih lama. Babi yang diteliti berasal dari Shanghai, termasuk jenis babi Meishan, Large White, American landrace dan Duroc.

“Tujuan dari penelitian kami adalah untuk memperkaya kehidupan warga, dan memenuhi kebutuhan kelompok konsumen yang berbeda,” kata Tan. ** Baca juga: Bantu Kurangi Konsumsi Garam, Jepang Kembangkan Sumpit Listrik

Sebenarnya, perdebatan apakah susu babi dapat dikonsumsi manusia sudah berlangsung sejak lama. Ada yang berargumen bahwa babi sangat sulit untuk diperah. Hewan ternak itu bisa menjadi sangat agresif dan ketakutan ketika didekati manusia, sehingga konsumsi susunya secara komersial untuk manusia juga susah.

Pada 2018, seorang food writer bernama Aofie McElwain menulis di Irish Times bahwa babi hanya memberikan susu selama 15 detik, sedangkan sapi bersedia diperah susunya selama 10 menit.

Meski demikian, seorang petani Belanda, Erik Stenink, berhasil memproduksi keju yang terbuat dari susu babi pada 2015. Namun harganya sangat mahal yakni £1.500 per kilo.

Tentu harga yang mahal ini karena proses mendapatkan susu babi yang sangat sulit.(ilj/bbs)