oleh

Peneliti Indef Sebut Inflasi Agustus 2022 Capai 4,69 Persen

Kabar6-Angka inflasi meningkat. Kondisi itu dipicu naiknya harga bahan bakar minyak, yang berimbas ke penyesuaian tarif ojek online.

“(Agustus 2022) inflasi kita saat ini cukup tinggi di 4,69 persen,” kata Peneliti Indef, Nailul Huda lewat rilis survei nasional bertajuk ‘Kenaikan Tarif Ojek Online di Mata Pengguna dan Pengemudi’, Senin (12/9/2022).

Menurutnya, ada beberapa dampak dari kenaikan tersebut. Yakni, picu meningkatnya inflasi, berkurangnya produk domestik bruto (PDB) hingga bertambahnya angka penduduk miskin.

“Itu yang tidak kita inginkan,” terang Nailul. Dijelaskan, faktor pertama penyumbang inflasi adalah kenaikan harga makanan, minuman dan tembakau.

Sektor transportasi, menurut Nailul, punya peranan kedua menyumbang inflasi.

Indef menghitung, jika kenaikan tarif ojek online mengerek angka inflasi hingga dua persen, maka akan mengurangi PDB sebesar Rp 1,78 triliun.

**Baca juga: 26 Ribu Lebih Warga Tangsel Bakal Terima Dana Terdampak BBM

Dampaknya juga akan menurunkan sektor riil gaji nasional sekitar 0,0094 persen. Ada potensi penurunan tenaga kerja sekitar 14 ribu jiwa.

“Dan ada potensi kenaikan jumlah penduduk miskin kisaran 0,14 persen,” tambah Nailul.(yud)