Penderita ISPA di Pasar Kemis Cenderung Meningkat

kabar6.com
Ilustrasi.(ist)

Kabar6-Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang cenderung meningkat.

Peningkatan penderita ISPA tersebut diketahui dari data rekam medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pasar Kemis dari awal Juni hingga akhir bulan Agustus 2018 ini.

Kepala Puskesmas Pasar Kemis Salwah mengatakan, berdasar data rekam medis di Puskesmas Pasar Kemis, jumlah pasien ISPA dari Januari hingga Agustus mengalami fluktuatif, namun dalam tiga bulan terakhir, pasien cenderung mengalami peningkatan.

Misalnya pada Juni mencapai 150 pasien. Jumlah itu meningkat pada Agustus mencapai 230 pasien. Menurut Salwah, dari ratusan kasus ISPA yang masuk, mayoritas dialami balita yakni pada rentang usia 1-5 tahun.

“Karena imunitas masih rendah,” kata Salwah, Jumat (14/9/2018).

Salwah menjelaskan, gejala yang umum dialami saat ISPA adalah batuk dan pilek. Kondisi tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor, diantaranya, kurang terjaganya kebersihan lingkungan, kurangnya ventilasi udara, kebiasaan merokok dekat anak, dan kurangnya kebiasaan mencuci tangan.

Perlu diketahui, lanjut Salwah, masyarakat di permukiman padat seperti di beberapa wilayah di Kecamatan Pasar Kemis memang rentan terjangkit penyakit terutama pada anak-anak.

“Berbaur dengan masyarakat dewasa, kena asap rokok, jajan sembarangan di warung, kondisi rumah yang mepet-mepet, macam-macam,” jelasnya.

Salwah menuturkan, orang dewasa yang terkena flu rentan menularkan virusnya kepada anak-anak ketika berinteraksi. Namun demikian, pasien yang berobat ke Pusekesmas Pasar Kemis memang belum sampai dalam taraf sesak napas.

Meski begitu, ISPA tidak bisa dianggap remeh, sebab virus yang mengakibatkan ISPA bisa berkembang ketika daya tahan tubuh menurun. Jika sistem imun tidak dijaga, bakteri akan masuk dan penyakit menjadi lebih berat.

“Bisa radang paru-paru, batuk tidak sembuh-sembuh, dan sesak,” tuturnya.

Salwah meyarankan, pada kondisi awal untuk meringankan gejala ISPA adalah memperbaiki imunitas atau kekebalan tubuh dengan cara menjaga asupan makanan dan kebersihan diri.

“Cuaca panas juga berpengaruh. Terkadang orang tua membelikan es atau jajanan yang dimaui anak demi menghindari anak tidak menangis,” katanya.

Salwah menambahkan, selain menjaga asupan makanan, warga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengunakan masker bila pergi mengunakan motor.

“Saya berharap, warga bisa membudayakan untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang orng tua pasien, warga Kampung Sukaasih, Desa Sukaasih Nia Komalriah mengatakan, sudah dua hari, anaknya yang berusiah 1,5 tahun mengalami demam, setelah dibawa berobat ke Puskesmas Pasar Kemis, ternyata demam tersebut akibat dari ISPA.**Baca juga: Pemerintahan Jokowi Gagal, Mahasiswa Geruduk Pemkot Tangerang.

“Anak saya nangis terus, setelah dibawa berobat ternyata terkena ISPA,” singkatnya.(Ver)