oleh

Penambahan Jumlah Penduduk Lebak, Legislator: Fasilitas Kebutuhan Dasar Harus Ditambah

Kabar6-Jumlah penduduk Kabupaten Lebak berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) per Juni 2021 bertambah 87.461 jiwa. Jumlah penduduk di kabupaten terbesar di Banten ini sebanyak 1.402.324 jiwa.

Seiring dengan penambahan jumlah penduduk, terutama di wilayah perkotaan Rangkasbitung, maka fasilitas kebutuhan dasar masyarakat dinilai harus segera ditambah. Mulai dari ketersediaan tempat tinggal, air bersih, pendidikan, kesehatan hingga lapangan pekerjaan.

“Setiap pertumbuhan penduduk harus dilengkapi dengan fasilitas kebutuhan dasar yang layak; permukiman, air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga mata pencaharian yang juga harus diperluas,” kata anggota Komisi I DPRD
Lebak, Aad Firdaus, kepada Kabar6.com, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, jika dilihat dari skemanya, pemerintah daerah memang sudah mulai memperhitungkan terkait dengan penambahan jumlah penduduk. Tinggal bagaimana kata Aad, penataan real aplikasinya.

“Karena sekarang pengembangan mulai pesat di Rangkasbitung, kemudian ditambah dalam waktu dekat tol akan sudah mulai beroperasi. Penataan-penataan sudah harus dilakukan, contoh misalnya pasar, jangan tersentral di sana (Pasar Rangkasbitung) tetapi bagaimana ada pasar-pasar kecil sebagai penyangga,” tutur politisi Perindo ini.

Terkait dengan lahan yang memungkinan dimanfaatkan untuk perluasan dan penambahan fasilitas umum, ujar Aad, berkaitan dengan tata ruang yang beberapa waktu lalu direvisi. Dia mendorong agar status pencabutan kawasan perkebunan di Rangkasbitung agar diperjelas.

“Karena percuma kalau hanya status saja tapi tidak diperjelas, tidak akan bisa kita manfaatkan untuk perluasan wilayah perkotaan, menyiapkan lahan untuk permukiman dan fasilitas umum lainnya,” sebut Aad.

**Baca juga: Air PDAM Tak Mengalir, Warga Lebak: Udah Sering, Keterlaluan Banget

Satu hal yang juga tidak kalah penting yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah dari upaya tersebut adalah ditunjang dengan komitmen potensi lingkungan.

“Bagaimana mengantisipasi membludaknya limbah domestik, masalah banjir dan lain-lain sehingga menjadi penting dilakukan penataan,” katanya.(Nda)

Berita Terbaru