oleh

Pemulung Rawa Kucing Berharap ‘Dilirik’ Pemkot Tangerang

Kabar6-Sejatinya pekerjaan mengais rezeki dari tempat sampah (pemulung), bukanlah perbuatan dosa. Meski sebagian orang masih memandangnya dengan sebelah mata.

Di TPA Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari tumpukan sampah, dengan bekerja sebagai pemulung.

Tentunya, pekerjaan ini dilakoni karena banyak alasan. Salah satunya, karena mencari pekerjaan yang layak, bukanlah sesuatu yang mudah. Hingga, pekerjaan sebagai pemulungpun menjadi pilihan.

Adalah Amar, salah seorang pemulung yang sehari-hari menggantungkan hidup dari tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing. Pekerjaan itu sudah 4 tahun dilakoninya. Dan, sejauh ini Amar tetap bisa menghidupi keluarganya.

Ya, Amar mengais tumpukan sampah guna mengumpulkan botol air mineral. Amar menjatuhkan pilihan pada botol bekas air mineral, karena barang tersebut relatif mudah menjualnya, disamping harganya terbilang stabil.

“Botol bekas air mineral harganya Rp. 1.500 perkilogram. Udah gitu, nyarinya relatif mudah. Karena, selain di TPA Rawa Kucing, saya juga bisa mencarinya ke tempat-tempat sampah dijalanan,” ujar Amar.

Dari pekerjaannya itu, dalam sehari Amar bisa mengumpulkan hingga Rp. 50 ribu. Dan, dari uang itu Amar mampu membiayai kebutuhan hidupnya dan keluarga.

“Puas itu sulit batasannya. Namun, buat saya Rp. 50 ribu itu sudah cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga,” ujar Amar kepada kabar6.com, Jumat (25/10/2013). Baca juga: Mayat Bayi Terbungkus Seragam Sekolah Dibuang di TPA Rawa Kucing.

Ya, selain Amar, pekerjaan pemulung juga digeluti oleh sekitar 150 jiwa warga lainnya. Mereka mencari hidup dari tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing, dan menetap disekitarnya. Baca juga: Koran Bekas Shalat Ied Jadi Berkah Tersendiri Bagi Pemulung.

Ombi, Ketua RT 02/04, TPA Rawa Kucing berharap, pemerintah daerah hendaknya bisa membantu mencarikan solusi bagi para pemulung tersebut untuk berusaha lebih baik lagi. Baca juga: Angan-angan Kota Tangerang Punya Icon “China Town”.

“Para pemulung itu memiliki kemauan dan semangat hidup dijalan yang benar. Saya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian, agar para pemulung mendapat kesempatan atau peluang usaha guna memperbaiki nasib,” ujar Ombi lagi.(ali)

 

Berita Terbaru