oleh

Pemkot Tangsel Fasilitasi Pengembangan Industri Pariwisata

Kabar6-Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai buah dari usaha ekonomi daerah yang mandiri, maka pengembangan industri pariwisata beserta industri kreatifnya sudah menjadi merupakan suatu keharusan.

Termasuk bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang wilayah bertipologi perkotaan sebagai daerah barang dan jasa.

Walikota Airin Rachmi Diany, mengakui bila wilayah yang dipimpinnya tidak mempunyai tujuan wisata yang besar. Kondisi ini karena Kota Tangsel memiliki keterbatasan dalam sumber daya alam. Namun, paling tidak bisa menjadi jendela dunia lewat industri pariwisata yang ada.

“Kedepan kami akan jadikan Banten sebagai tujuan dari para tamu mancanegara untuk melihat wisata di daerah Banten,” kata Airin, Senin (1/11/2014).

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menfasilitasi pengembangan dunia pariwisata. Para pengurus asosiasi bisnis dan pelaku industri seperti biro jasa perjalanan (tour and travel) pariwisata sekaligus diberikan pelatihan.

Program ini sangat penting dalam menyongsong era pasar bebas. Apalagi pesaingan industri bisnis biro jasa perjalanan atau tour and travel semakin konpetitif.

Hingga kini tercatat sudah ada 120 badan usaha berskala kecil hingga besar. Industri tersebut tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kota Tangsel.

Mereka telah memanfaatkan kecanggilan teknologi multimedia secara online untuk memperkenalkan destinasi pariwisata.

Airin mengutarakan, ASITA memiliki peranan strategis dalam memajukan bidang pariwisata di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangsel. Apalagi organisasi tersebut menaungi beberapa orang anggota pengurus yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI).

Kini permintaan pasar terhadap jasa pariwisata semakin tinggi. Termasuk permintaan pelayanan prima, sehingga mereka dituntut mampu memberikan benefit. “Benefit tersebut tentunya dengan memaksimalkan wisata yang ada di Tangsel atau Banten,” utara Airin.

Sementara itu, Ketua ASITA Kota Tangsel, Titus Indrajaya menjelaskan, dari jumlah 120 biro perjalanan tersebut tak semuanya memberikan kontribusi positif bagi daerah lokasi usahanya.Seperti tidak mengantongi perizinan usaha resmi dan membayar pajak daerah. 

“Oleh karena itu kami tujuan kami memberikan sosialisasi kepada para biro jasa perjalanan. Agar mereka mendapatkan kompetensi yang telah sesuai diatur oleh undang-undang,” jelas Titus.

Penerapan standar prosedur baku ini telah diatur dalam produk hukum yang dimiliki Pemkot Tangsel. Yakni dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, Yanuar, menjelaskan bahwa faktanya Kota Tangsel memiliki struktur ekonomi sesuai dengan ciri khas sebagai daerah perkotaan. Berkarakter utama didominasi oleh sektor tersier. Meliputi jenis jasa restoran, perhotelan, komunikasi, perbankan dan lain sebagainya.

Dominasi sektor tersier ini tentunya memiliki korelasi dengan adanya dukungan sumber daya alam yang terbatas. “Mengingat Kota Tangerang Selatan termasuk ke dalam kategori daerah yang tidak memiliki sumber daya alam yang cukup. Maka kita harus benar-benar mengoptimalkan potensi yang ada,” jelas Awang, sapaan akrabnya.

Awang bilang, sektor tersier yang  telah menyumbang sekitar 75 persen dari seluruh kegiatan ekonomi. Maka ratusan industri yang ada dituntut untuk mampu bersaing. Pematiknya yakni diselenggarakannya penghargaan Adhikarya Wisata 2014.

Program ini tentunya sangat penting dan strategis  karena ada tiga hal yang mendasari hal tersebut. Pertama, kegiatan ini merupakan sebuah bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh stakeholder (stakeholder) di bidang pariwisata.

Semua badan usaha, ujar Awang, telah mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pariwisata di Kota Tangsel. Kedua, kegiatan ini juga diharapkan akan menjadi pemacu semangat serta penambah motivasi. Para pelaku usaha telah mampu mennyumbangkan karya dan baktinya.

“Tentunya program kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya memajukan dan membangun bidang kepariwisata di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Dewan juri malam anugerah Adhikarya Wisata 2014 akhirnya memutuskan, nominator pemenang kategori bisnis restoran berhasil diraih Pecel Madiun BSD di Kecamatan Serpong. Sementara torehan prestasi untuk kategori bisnis jasa penginapan direbut oleh Hotel Mercure Premier Bintaro di Kecamatan Pondok Aren.

Kategori industri rekreasi terbaik disandang oleh Pulau Situ Gintung di Kecamatan Ciputat Timur. Bidang bisnis hiburan tontonan film direbut Cinema XXI BSD Plaza di Kecamatan Serpong Utara.

Sedangkan pada industri bidang kebugaran dan kesehatan direngkuh Celebrity Fitness Teras Kota, Kecamatan Serpong. Terakhir, industri yang mendapat kategori pusat perbelanjaan terbaik adalah Lotte Mart Bintaro.

“Untuk RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2011-2016, kami sudah menyelesaikan  semua program,” jelas Awang, sapaan akrabnya. Ia ingin semua yang hadir memahami.(ADV)

Berita Terbaru