Pemkab Tangerang Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran PT Joa Industri

Tim Kuasa Hukum Bambang Hermanto, Karyawan PT Joa Industri, Iwan dan Dul Ayeb. (Tim K6)

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan akan menindaklanjuti informasi tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Joa Industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Jarnaji mengatakan pihaknya menyarankan kepada karyawan PT Joa Industri agar membuat laporan tertulis kepada instansi yang dipimpinnya.

Atas laporan itu, dirinya akan langsung menindaklanjuti ke Disnaker Provinsi Banten yang memiliki kewenangan pengawasan.

“Bikin laporan tertulis dari masyarakat ke Disnaker Kabupaten Tangerang, kita akan menindaklanjuti ke Disnaker Provinsi, nanti kita turun ke lokasi juga dalam waktu dekat,” ungkap Jarnaji, kepada Kabar6.com, melalui pesan WhatsApp, Jum’at (9/2/2018).

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, pihaknya akan segera instruksi ke jajarannya untuk menindaklanjuti permasalahan di perusahaan produsen tas dan cover gitar milik pengusaha asing asal Korea Selatan tersebut.

“Buat laporan resmi nanti ditindaklanjuti,” tegas Bupati Zaki.

Diketahui, PT Joa Industri yang berdiri sejak 2013 ini diduga banyak melanggar aturan perundang-undangan.

Salahsatunya, tidak mendaftarkan sebanyak 350 karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karenanya, perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Kutruk, Desa Pasir Barat, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang ini dilaporkan Bambang Hermanto, salahsatu karyawannya ke Polresta Tangerang.**Baca Juga: Begini Alasan PT Joa Industri Dilaporkan Karyawannya ke Polisi.

Pasalnya, saat mengalami kecelakaan kerja, Bambang tak mendapatkan hak-haknya, bahkan biaya pengobatan dan lainnya ditanggung sendiri dengan uang pribadinya.(Bam/Tim K6)