oleh

Pemkab Tangerang Sabet Penghargaan CSR Award 2014

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendapatkan penghargaan sebagai Pemerinta Daerah Baik, dalam penghargaan Indonesia Social Responsibility Awards Tahun 2014 oleh The La Tofi School of CSR bekerjasama dengan PT. Sucofindo (Persero) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2014).

Dua program Pemkab Tangerang yang mendapat apresiasi dimaksud adalah, Tanggungjawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP) dan Program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis).

Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, bersama penerima penghargaan yang lainya seperti perusahaan.

Usai menerima penghargaan, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, penghargaan atas Program TSLP dan Gebrak Pakumis hingga menjadi contoh nasional, menjadi tantangan bagi Pemkab Tangerang, agar kedepan program itu bisa berjalan dan berkolaborasi dengan swasta, sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penghargaan ini, merupakan tantangan bagi Pemkab Tangerang agar bisa melaksanakan program TSLP dan Gebrak Pakumis dengan baik. Sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Untuk tahun 2014, kata Bupati, program Gebrak Pakumis telah dilaksanakan disebanyak 10 kawasan pada 29 kecamatan se Kabupaten Tangerang.

“Biasanya di suatu kawasan ada sekitas 10 hingga 15 rumah padat, kumuh dan miskin yang tidak layak huni. Disana kita langsung mnelakukan pembedahan dan penataan lingkungan hingga menjadi rumah sehat dan layak huni,” terangnya.

Sedianya, focus utama program ini adalah peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan penataan kawasan kumuh, dimana tiap tahun ditargetkan dapat meningkatkan sekitar 800 rumah berikut penataan lingkungannya melalui dana hibah.

Sementara, Sekretaris The La Tifo School Of CSR, Shella Savitri menjelaskan, banyaknya pengelola perusahaan telah memahami bahwa program CSR merupakan investasi bagi pertumbuhan dan keberlanjutan baik perusahaan atau pemerintah.

Pelaku usaha juga tidak lagi melihat CSR sebagai sarana biaya (cost centre), melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre). **Baca juga: Lama Tak Berijin, Pionirbeton Tetap Bebas Beroperasi.

“Komitmen dalam menjalankan program CSR, sangat diharapkan untuk mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan, yang pada gilirannya akan meningkatkan citra positif baik perusahaan maupun pemerintah daerah,” jelasnya.(hms/tom migran)

Berita Terbaru