oleh

Pemkab Lebak Serius Digitalisasi Pasar Tradisional

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak serius dalam mendorong digitalisasi pasar tradisional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan, 2000 pasar atau satu juta pedagang terdigitalisasi sampai akhir tahun 2022.

Keseriusan Pemkab Lebak dalam mendorong digitalisasi pasar dibuktikan dengan kunjungan Asisten Daerah (Asda) II Setda Lebak Ajis Suhendi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan pihak perbankan mengunjungi sejumlah pasar di Cirebon yang sudah menerapkan transaksi pembayaran digital.

“Kami berkunjung ke Pasar Kue dan Ciledug. Sekitar 40-60 persen transaksi di sana sudah berbasis digital, ssudah mulai menjadi kebiasaan,” kata Ajis kepada wartawan, Jumat (11/3/2022).

Dari kunjungan ke dua pasar tersebut, diharapkan digitalisasi pasar tradisional bisa dilakukan. Sebagai tahap awal, digitalisasi dilakukan di Pasar Rangkasbitung dan Cipanas.

**Baca Juga: Tangkal Virus, Ribuan Liter Eco Enzyme Disemprotkan di Kalanganyar Lebak

“Semoga dalam waktu dekat bisa diimplementasikan di Kabupaten Lebak sehingga retribusi bisa lebih optimal,” jelas Ajis.

Pemerintah daerah dalam penerapan transaksi digital akan menggandeng perbankan dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)

Untuk melancarkan program tersebut, Ajis mengaku juga akan menggandeng pihak perbankan melalui QRIS maupun multi methode payment.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana menuturkan, sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat sebagai pembeli akan dilakukan agar digitalisasi pasar tradisional bisa dilakukan sesuai harapan.

“Sosialisasi pasti supaya ini bisa diimplementasikan di Lebak,” katanya.(Nda)

Rombongan Pemkab Lebak dan pihak perbankan berkunjung ke salah satu pasar di Cirebon yang sudah menerapkan transaksi pembayaran secara digital.(Ist)