oleh

Pemicu Data Kasus Covid-19 di Banten dengan Pusat Tidak Sinkron

Kabar6-Pemerintah Provinsi Banten meluruskan informasi terkait data angka kasus Covid-19 yang disebut masih tinggi. Selama ini diklaim ada perbedaan data covid antara data tingkat pusat dengan kabupaten/kota di daerah paling ujung Pulau Jawa ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, alasannya karena selama ini data covid di wilayah kerjanya lebih banyak jika dibanding dengan data di tingkat pusat.

“Jadi data kasus covid yg lama dibanten selama ini belum terinput seluruhnya pada aplikasi NAR (New All Record) milik pusat,” katanya lewat siaran pers yang diterima kabar6.com, Senin (5/4/2021).

Ia menerangkan, pada Rabu, 31 maret 2021 kemarin dari Posko KLB dan Pusdatin Kemenkes datang ke Banten. Rombongan bertemu dengg seluruh penanggung jawab data all record kabupaten/kota se-Banten.

Tujuannya menyamakan data pusat dan daerah. Sejak 1 – 4 april 2021 kemarin, lanjut Ati, kabupaten/kota se-Banten menginput ke dalam aplikasi NAR Pusat.

“Semua data-data lama covid di Banten baik yang masih aktif, sembuh maupun yang meninggal yang belum terinput dalam aplikasi NAR,” terangnya.

**Baca juga: Pasien Corona Bertambah Banyak, Pemprov Banten Salahkan Satgas Covid-19.

Sehingga setelah proses penginputan selama empat hari data angk kasus Covid-19 antara NAR Pusat dengan data web Pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten/kota sudah sama.

Ati bilang sekarang tidak ada lagi selisih perbedaan. “Hal ini menjadi seolah kasus di Banten naik signifikan padahal itu kasus lama yg baru terinput,” paparnya.(yud)

Berita Terbaru