oleh

Pemicu Angka Kemiskinan di Banten Meningkat

Kabar6-Kepala Badan PusatbStatisitik (BPS) Provinsi Banten, Adhi Wiriana mengatakan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan non pangan. Seperti, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

“Pada Maret 2020 sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan tercatat sebesar 71,78 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 71,61 persen,” jelasnya lewat siaran pers yang diterima kabar6.com, Rabu (15/7/2020).

Diterangkan, jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap
nilai garis kemiskinan Maret 2020 di perkotaan dan di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, serta roti.

Adhi sebutkan, sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.

“Perkembangan tingkat kemiskinan September 2019 sampai Maret 2020 persentase penduduk miskin di Banten pada bulan Maret 2020 mencapai 5,92 persen,” jelas Adhi.

Jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019, maka selama enam bulan terjadi peningkatan sebesar 0,98 poin dari posisi 4,94 persen. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan mengalami peningkatan.

Persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 4,00 menjadi 5,03 dan persentase penduduk miskin di perdesaan naik dari 7,31 pada September 2019 menjadi 8,18 pada Maret 2020.

**Baca juga: Angka Kemiskinan di Banten Mencapai 5,92 Persen.

“Sejalan dengan peningkatan tingkat kemiskinan, jumlah penduduk miskin di Banten pada periode yang sama bertambah sebanyak 134,60 ribu orang dari 641,42 ribu orang pada September 2019 menjadi 775,99 ribu orang pada bulan Maret 2020,” papar Adhi.(yud)

Berita Terbaru