oleh

Pemburu Alien Klaim Tentara Ukraina Diselamatkan ‘Petir Ajaib’ yang Diyakini UFO

Kabar6-Scott C. Waring, seorang pemburu alien ternama, mengklaim telah melihat benda aneh berbentuk tic tac terbang di atas Kiev. Penampakan itu muncul setelah ada laporan perihal pasukan Ukraina yang diselamatkan oleh ‘serangan petir ajaib’.

Melalui blognya yang bernama ‘UFO Sightings Daily’, melansir Dailystar, Waring membagikan gambar piringan putih yang terbang di langit di atas Ukraina, di mana dia mengklaim itu bisa menjadi ‘UFO white long tic tac’ yang dilihat pekan lalu.

“Ini adalah beberapa rekaman mentah dari pesawat tak dikenal di Kiev, Ukraina beberapa hari yang lalu. Objek itu melayang rendah, kemudian ditembakkan ke atas pada suatu sudut dan kemudian melintasi kota untuk menembak ke atas dan kemudian jatuh lagi,” tulis Waring dalam blognya.

Disebutkan, “Perilaku pesawat yang sangat aneh. Tapi sekali lagi ini perang, jadi bisa apa saja. Namun, saya ingat dengan jelas bahwa selama Fukushima, Jepang terjadi kebocoran reaktor nuklir dan video berita yang diambil secara tidak sengaja menangkap UFO tic panjang putih terbang rendah dan lambat di atas reaktor.”

Waring juga menuliskan, “Saya pikir ini mungkin ada untuk alasan yang sama. Kebocoran reaktor tidak hanya menyebabkan kerusakan pada manusia di bawah tetapi juga membuatnya tidak dapat digunakan oleh alien…selama ribuan tahun. Objek ini memiliki semua tanda-tanda UFO.”

Meskipun kemungkinan yang dilihat Waring di sini adalah pesawat militer atau salah satu rudal yang ditembakkan oleh pasukan Rusia, laporan itu muncul hanya beberapa hari setelah pasukan Ukraina diduga diselamatkan oleh UFO. ** Baca juga: Bocah Tidak Berhenti Nangis, Penumpang Maskapai Dubai Kompak Nyanyikan Lagu ‘Baby Shark’

Menurut Direktur Ukraina CBN News, Kostyantine Lytvynenko, yang membuat klaim pada program The Global Lane, diduga benda terbang itu menukik untuk menyelamatkan pasukan Ukraina dari tank Rusia dalam ‘serangan kilat ajaib’.

Namun klaim lain mengatakan bahwa itu adalah tindakan Tuhan ketika Lytvynenko menjelaskan, rekan satu negara menelepon ayahnya di tengah malam dari garis depan, ketakutan ketika pasukan Rusia mendekat.

Sang ayah kemudian berdoa meminta bantuan dari anggota gereja, bantuan yang akhirnya datang dari dunia ini.(ilj/bbs)