oleh

Pembongkaran Bangli di Jalan Irigasi Dinilai Tidak Berperikemanusiaan

Kabar6-Puluhan warga pemilik bangli menuding pihak pemerintah saat ini tidak peduli dengan rakyatnya. Bahkan, terkesan tidak adil dan tidak berperikemanusiaan.

 

Hal tersebut diungkapkan, Aspurin Nurjayageni, salah satu pemilik bangli yang bangunannya ikut diratakan dengan tanah. ** Baca juga: Aksi Memaki Warnai Pembongkaran Bangli di Jalan Irigasi

 

“Pemerintah sekarang tidak adil dan tidak mempunyai perikemanusiaan. Kami, hanya minta waktu sedikit lagi saja tidak dikasih, apalagi minta ganti rugi,” ungkapnya, Senin (18/5/2015).

 

Pihak Pemerintah, tambahnya, juga bermain dengan oknum pengembang yang ingin memiliki tanah di Jalan Irigasi, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

 

“Setahu kami saat mediasi, pihak Pemerintah hanya akan menggusur depan rumah kami saja, terhitung sembilan meter mulai bibir sungai sampai depan rumah kami. Tapi kenyataan, seluruh bangunan kami diratakan menggunakan benda berat itu,” jelasnya.

 

Pantauan kabar6.com, sebanyak 37 bangli kini rata dengan tanah. Menurut informasi yang dihimpun kabar6.com, tujuan dilakukan penggusuran guna melakukan normalisasi sungai. (shy)

Berita Terbaru