oleh

Pembersihan Kadar Radioaktif di Batan Indah Dilanjutkan Besok

Kabar6-Hujan yang kembali mengguyur Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, membuat Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memberhentikan kembali proses clean up.

Dalam clean up hari ini, tim Batan sudah mengumpulkan 28 drum yang dalam 1 tong itu berisi 100 liter, dijumlah makan hari ini tim Batan memperoleh 2800 liter yang akan dibawa ke kantornya.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, Heru Umbara mengatakan, dengan kondisi yang tidak memungkinkan pada hari ini clean up kembali terpaksa diberhentikan.

“Karena kondisi hujan jadi kita tunda, saat ini kita akan lakukan mapping, dapet 28 drum,” ujarnya kepada wartawan di Perumahan Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan. Senin (17/2/2020).

Heru berharap, besok agar cuacanya bagus dan tidak hujan, agar proses pembersihan radioaktif nya lebih cepat.

“Hujan ini akan menyulitkan kita dalam melakukan clean up terutama pengambilan tanah dan lain-lain. Selain itu ad faktor keselamatan yang harus kita pertimbangkan, karena banyaknya genangan air yang berada di lokasi. Sehingga kami bersama bapeten sudah diputuskan proses clean up akan dilakukan besok pagi jam 9,” terangnya.

Heru menjelaskan, proses clean up ini akan dilaksanakan selama 20 hari di lokasi terpapar.

“Ini hari ke 5 dari 20 hari proses clean up,” tutupnya.**Baca juga: Pemkot Tangsel Ajukan Tim Dinkes Ikut ke Pasar Jumat.

Diketahui, pada hari pertama 11 Februari 2020 dilakukan clean up dan membawa sebanyak 5 drum tanah terpapar, kemudian hari kedua 12 Februari 2020 sebanyak 20 drum, hari ketiga 13 Februari 2020 sebanyak 28 drum, dan hari keempat 16 Februari 2020 sebanyak 34 drum dan hari kelima 17 Februari 2020 sebanyak 28 drum.

Sehingga jika di total Batan sudah mengumpulkan 115 drum sampai hari kelima ini dan jika dikonversi menjadi liter maka Batan telah mengumpulkan tanah yang terkena radioaktif sebanyak 11.500 liter.

Semua drum tersebut saat ini disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif yang berada di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan.(eka)

Berita Terbaru