Pembangunan Tol Sertim Dianggap Matikan Ekonomi Masyarakat

kabar6.com
Pembangunan Tol Sertim.(dhi)

Kabar6-Pembangunan jalan akses dari kawasan Kemang, Kota Serang, menuju kantor Gerbang Tol Serang Timur (Sertim), dikeluhkan warga sekitar. Mereka khawatir akses menuju areal persawahan, rumah, kantor dan lahan usaha mereka dipagar beton oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS).

“Dinas Pekerjaan Umum (PU) awalnya bilang juga untuk umum, bahkan ada tembusannya dari pihak MMS untuk pembanguan tersebut, tapi dengan adanya penel pagar dan tiang kami sangat khawatir, tolong lah Pemerintah Kota Serang dan Provinsi, jangan diam saja, kalau begini caranya hak kami dirampas secara diam-diam ini,” kata Heru Santoso, salah satu pemilik tanah di kawasan Kemang, Kota Serang, Selasa (11/04/2018).

Kekhawatiran mata pencahariannya hilang pun disampaikan oleh Irfan. Salah satu warga Kemang yang bekerja di pusat perbelanjaan Kota Serang ini khawatir kalau, bapak nya tak lagi bisa menarik becak di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), kalau pembangunan jalan akses itu dipagar beton.

“Orangtua saya kan sudah puluhan tahun narik becak di situ. Saya sama adik-adik sekolah kan dari situ biayanya,” kata Irfan, Selasa (12/04/2018).

Begitupun ketakutan mata pencahariannya akan hilang di utarakan oleh Kiki. Penjaga parkiran itu takut kalau tak ada lagi orang yang memarkirkan kendaraannya, jika akses ke lahan parkirnya di tutup total oleh pihak MMS.**Baca Juga: Begini Persiapan ASDP Ferry Indonesia Hadapi Arus Mudik 2018.

“Kalau ditutup, atau akses keluar masuknya dipindah, orang enggak ada yang mau parkir. Terus siapa yang tanggungjawab,” ujar Kiki, warga asli Kemang, Kota Serang, Selasa (12/04/2018).(dhi)