oleh

Pembangunan di Banten Selatan Dikebut

Kabar6-Pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten, khususnya di wilayah Banten Selatan terus dikebut. Hal itu demi mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Struktur ruang itu adalah inftastruktur fisiknya,” kata Hermanto Dardak, wakil Mentri PU, Selasa (30/9/2014).

Menurutnya, Pelabuhan Ratu menuju Bayah dan Tanjung Lesung perlu dibangun infrastruktur jalan. Pembangunan di Banten harus berbasis penataan ruang, dengan mempertimbangkan iklim yang ada. Dimana, curah hujan di Banten antara 200mm hingga 2.000 mm pertahun.

Hermanto menyarankan agar modernisasi jalan harus segera dilakukan dengan membangun jalan tol. Karena, jika jalan protokol di lebarkan bukan hal yang mudah. Dimana, akan memakan biaya yang besar karena harus membebaskan lahan yang di atasnya sudah berdiri bangunan.

“Di Indonesia, 100 km bisa di tempuh sekitar 2-2,5 jam, di Malaysia sudah 1,5 jam. Kedepannya ini yang harus lebih di pacu, karena kita sudah masuk ke dalam kawasan masyarakat ekonomi Asean 2015 mendatang,” terangnya.

Jalan tol yang akan dan sedang dibangun di Provinsi Banten adalah Serpong-Balaraja, Balaraja-Pasar Kemis yang tersambung jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Lalu jalan tol Bandara-Serpong-Cinere-Jagorawi sedang di percepat pembangunannya.

“Jakarta-Tangerang jumlah penduduknya hampir mencapai 30 juta jiwa. Kita mendukung ini agar dijadikan smart city,” tegasnya.

Sedangkan menurut kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Banten yang juga ikut menjadi pembicara, menyatakan bahwa pembangunan di Provinsi Banten harus tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Ada Selat Sunda, ada Laut Jawa, ada Selat Malaka. Maka pantas Banten di sebut sebagai wilayah yang sangat strategis. Karena pulau Jawa ini disebut sebagai laut tengah nya Eropa berdasarkan sejarah,” terang Ali Fadhillah, kepala Balitbangda Provinsi Banten di tempat yang sama (30/09)

Wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Banten, kini perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kultur Eropa. Maka, untuk menyeimbangkan hal tersebut, harus dibangun sektor tekhnologi.

Banten sendiri sudah memiliki beberapa tempat penilitan dan penerapan tekhnologi, seperti Banten agro tekhno park di Kota Serang, Central Propilane di Cilegon, dan yang skala nasional seperti Puspitek Serpong, Tangerang.

“Banten satu-satunya provinsi yang menerapkan Iptek hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Pemerintahan Banten yang kini dipimpin oleh Rano Karno di ingatkan oleh mantan Ketua KPK, Taufikurahman Ruki, yang juga salah satu pendiri Provinsi Banten agar sikapnya tak seperti pemerintahan sebelumnya. **Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Sayur Mayur Naik 100 Persen.

“Kalau ada tata kelola pemerintahan yang salah, pasti ada korupsi, karena ada sistem yang salah. Punya rencana seperti apapun, kalau pemerintahan tidak bersih, maka tidak akan pernah terjadi,” tegas Ali lagi.(tmn/din)

Berita Terbaru