oleh

Pelaku dan Korban Pembunuhan di Tegal Rotan Komplotan Copet

Kabar6-Misteri kasus pembunuhan terhadap AS (18) yang ditemukan tewas dalam kondisi leher tergorok didekat Tol Bintaro, Tegal Rotan, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya terkuak.

Hubungan korban dengan para pelaku ternyata terlibat dalam komplotan tindak kejahatan pencopaten.

“Motifnya sakit hati karena pembagian hasil copet tidak sesuai dengan keinginan pelaku. Pelaku adalah kelompok pencopet, korban adalah penadah,” ungkap Kabid Humas Kasubbid Penmas, Polda Metro Jaya, AKBP Mahbub, lewat pesan resmi kepada wartawan melalui layanan Blackberry, Sabtu (22/9/2012).

Dia memaparkan, total jumlah tersangka yang tega menghabisi AS sebanyak 4 orang. Seluruh pelaku sudah berhasil diamankan dan ditangkap secara terpisah.

Keempat pelaku tersebut antara lain,
Toni Alfia alias Tompel (20), Irfan Maulana (21), Wahyuda Suhendra alias Bembeng (25). “Dari tangan para tersangka disita  BB (barang bukti) HP korban 1 merk Nokia,” jelas Mahbub.

Seperti diberitakan Kabar6.com sebelumnya, korban diidentifikasi masih berstatus pelajar dengan inisial As (18), warga Kampung Pondok Belimbing, RT 03/04, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel.

“Identitas korban sudah kami ketahui. Berisial As dan masih berstatus sebagai pelajar. Saat ini, kami masih terus berupaya menyelidiki penyebab kematian korban,” ujar Kapolsek Ciputat Kompol Alip, tanpa merinci status dan alamat sekolah korban, Senin (10/9/2012).

Ya, saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan. Selain tanpa identitas, sekujur tubuh korban juga dipenuhi oleh luka menganga. Jari telunjuk putus, dan bagian lehernya juga terdapat luka menganga.

Kuat dugaan, jenazah pemuda berusia sekitar 20 tahun itu merupakan korban pembunuhan. Pasalnya, sekujur tubuh hingga kepala korban dipenuhi luka bacokan. Selain jari telunjuk sebelah kanan putus, bagian leher korban juga terdapat luka menganga hingga nyaris putus.(yud)

Berita Terbaru