oleh

Pejabat Satker Kementrian PU Banten Diduga Pasok Material

Kabar6-Empat pejabat di Satuan Kerja (Satker) Kementrian Pekerjaan Umum wilayah II Provinsi Banten, diduga terlibat langsung sebagai pemasok bahan material dalam proyek pelebaran dan pemadatan Jalan Cilegon-Pasauran-Labuan.

Keempatnya antara lain, Kepala Satker Wilayah II Banten, Fadli, Asisten Peralatan dan Laboratorium, Asmedi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cilegon-Pasauran-Labuan-Saketi-Bayah, Kadimin dan staf Satker Wilayah II Banten, Febian.

“Selain jadi pemasok (suplier) bahan material di proyek Jalan Cilegon-Pasaruan-Labuan, mereka juga disinyalir menyewakan alat berat dan alat laboratorium kepada pelaksana proyek itu,” ungkap sumber Kabar6.com yang enggan ditulis identitasnya, Senin (8/12/2014).

Menurutnya, alat berat dan alat laboratorium milik pemerintah itu disewakan seharga Rp30 juta perbulan. Padahal, sesuai aturan pejabat Satker Wilayah II Banten, tidak diperbolehkan untuk mengelola alat laboratorium.

“Yang punya kewenangan untuk mengelola itu hanya Cikampek,” katanya.

Terpisah, PPK pada paket proyek jalan Cilegon-Pasaruan-Labuan, Kadimin, membantah tudingan yang dilontarkan oleh sumber Kabar6.com tersebut.

Dia menjelaskan, proyek jalan sepanjang hampir 20 Kilometer penghubung Cilegon-Pasuran dan Labuan itu merupakan proyek pemeliharaan dan jenis pekerjaannya juga cuma penggalian dan pemadatan.

“Kita tidak pernah menyewakan alat berat dan alat laboratorium seperti yang dituduhkan itu,” ujar Kadimin.

Untuk diketahui, kata Kadimin, proyek itu tidak hanya dikerjakan Kementrian PU, namun juga di kerjakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya yang ada di Banten.

Diakui dirinya, proyek pemeliharaan jalan yang dibangun PT Bangun Karisma Prima itu memakan waktu sekitar 9 bulan, mulai dari April hingga akhir Desember 2014. **Baca juga: 2015, Kota Tangerang Tambah Puskesmas Rawat Inap.

“Biar enggak salah kaprah, saya harus jelaskan bahwa proyek itu memiliki panjang sekitar 60 Kilometer. Namun, paket yang kami kerjakan sekitar 14 Kilometer saja. Ada sebagian jalan ditangani oleh SKPD lain,” tuturnya.

Senada dikemukakan Febian, pihaknya menyayangkan adanya informasi sesat yang dihembuskan sumber Kabar6.com tersebut. Bahkan, dia mempertanyakan apakah sumber Kabar6.com itu memiliki bukti terkait temuannya.

“Itu informasi menyesatkan. Ada buktinya enggak?. Kita sendiri tidak memiliki alat berat, bagaimana mungkin kita bisa menyewakannya,” imbuhnya.(din)

Berita Terbaru