oleh

PBN Gandeng Dua LBH Laporkan SPBU Kawidaran ke Menteri ESDM

Kabar6-LSM Panca Bhakti Nusantara (PBN) akan menggandeng dua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) melaporkan SPBU 34-15706 Kawidaran, Cikupa, Kabupaten Tangerang, ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini, menyusul tertangkapnya dua pelaku penyelundup Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diketahui sebagai karyawan PT Sinergi Permata Mulya (SPM) saat bertransaksi di SPBU tersebut, Selasa (30/10/2012) malam lalu.   

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LSM PBN, Heriyanto Soleh mengatakan, kedua LBH ini akan menjadi kuasa hukum lembaganya dalam melaporkan SPBU 34-15706 Kawidaran kepada Menteri ESDM, terkait transaksi haram yang dilakukan para mafia penyeleweng hak rakyat tersebut.

Kedua LBH itu adalah  LBH Matahati dan Gema Kosgoro. “Tapi, kami masih menunggu bagaimana hasil proses hukum yang dilakukan Polsek Cikupa,” ungkap Heri, kepada Kabar6.com, Sabtu (3/11/2012).

Ditambahkan Heri, dalam laporannya nanti, pihaknya akan mendesak Menteri ESDM untuk menindak pemilik SPBU dan mencabut ijin operasinya.

Tak hanya itu, ketika dalam waktu sepekan kedepan proses hukumnya  tak menunjukkan hasil memuaskan, tidak menutup kemungkinan para penggiat LSM ini, melaporkan persoalan ini ke Propam Markas Besar Polri. 

“Kalau proses hukumnya gak beres, masalah ini pasti kami laporkan ke Propam Mabes Polri,” ujarnya.

Terpisah, Ketua LBH Matahati, Syaiful Hidayat dan Direktur Eksekutif LBH Gema Kosgoro, Irwanto menjelaskan, pihaknya sepakat dan menyambut baik rencana LSM PBN melaporkan SPBU SPBU 34-15706 Kawidaran tersbut.

“Iya kami siap menjadi kuasa hukum LSM PBN. Kami, dukung langkah mereka,” tandas kedua pimpinan LBH ini.

Diinformasikan, sekitar pukul 21.30 Wib, Udin Tajo dan Temmy, pelaku penyelundup BBM Bersubsidi jenis solar ditangkap basah oleh aktivis LSM PBN saat bertransaksi di SPBU 34-15706 di Jalan Raya Serang KM. 22, Kampung Kawidaran, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/10/2012) malam. 

Kedua pelaku menjalankan aksi kotornya itu, atas perintah Wawan alias Iwan Keling, Bos PT SPM yang berada di wilayah Kota Tangerang.

Usai ditangkap, keduanya diserahkan ke petugas Polsek Cikupa yang datang Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat itu juga, kedua pelaku berikut sebuah mobil Panther Silver Metalic bertangki modifikasi dengan ukuran besar berisi hampir satu ton solar diamankan petugas ke Mapolsek Cikupa.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Tak hanya itu, mobil Isuzu Panther yang digunakan pelaku juga turut ditahan sebagai barang bukti.(din)

 

Berita Terbaru